Mjnews.id – Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman menghadiri haflah penghargaan para penghafal Al-Qur’an Kuttab Al-Huffazh Payakumbuh di Aula SMAN 2 Kota Payakumbuh, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan penganugerahan angkatan kedelapan sekaligus menandai haflah ke-10 sejak pertama kali diselenggarakan.
Dalam sambutannya, Elzadaswarman menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada para santri yang memilih menghafal Al-Qur’an di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan hiburan modern.
“Anak-anakku sekalian, kalian adalah generasi istimewa. Kami bangga kepada kalian. Di tengah gempuran gawai dan hiburan modern, kalian memilih menyibukkan diri dengan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Itu adalah pilihan yang luar biasa. Melalui kalian, Kota Payakumbuh tidak hanya dikenal sebagai kota wisata, tetapi juga sebagai kota yang melahirkan para penghafal Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada santri yang telah mencapai hafalan 12 juz. Menurutnya, capaian tersebut setara dengan sepertiga Al-Qur’an dan membutuhkan kesabaran serta ketekunan luar biasa.
“Kalian telah membuktikan bahwa anak-anak Payakumbuh mampu bersaing dalam kebaikan. Saya titip, jangan berhenti sampai di sini. Lanjutkan hingga 30 juz. Insyaallah, Pemerintah Kota Payakumbuh akan selalu mendampingi,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama dirinya dan jajaran Pemerintah Kota Payakumbuh untuk terus mendukung program-program tahfiz melalui pengalokasian anggaran, pemberian insentif bagi guru tahfiz, serta pemberian penghargaan dan beasiswa bagi hafiz dan hafizah berprestasi.
“Kami percaya bahwa anak-anak penghafal Al-Qur’an merupakan aset daerah dan benteng moral kota ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Huffazh, Edi Kusmana, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 84 santri yang terdiri atas 45 perempuan dan 39 laki-laki menerima penghargaan pada haflah kali ini. Para santri berhasil menyelesaikan hafalan mulai dari 1 juz hingga capaian tertinggi 12 juz.
Edi menjelaskan bahwa santri yang ingin memperoleh syahadah (sertifikat) untuk setiap juz harus melalui ujian ketat dengan toleransi kesalahan maksimal 10 kali per juz.
“Setiap juz hanya boleh salah maksimal 10 kali. Jadi, tingkat ketepatannya mencapai lebih dari 99 persen. Bahkan, ada santri yang masih berjuang hingga tadi malam sebelum akhirnya dinyatakan lulus dan dapat mengikuti haflah hari ini,” jelasnya.
