Mjnews.id – Di saat harga berbagai kebutuhan pokok terus menunjukkan tren kenaikan dan semakin membebani pengeluaran rumah tangga, secercah harapan kembali hadir bagi masyarakat Kabupaten Dharmasraya.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Kumperindag) kembali menggelar program Pasar Murah, sebuah langkah nyata untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Program yang mendapat dukungan dari Bank Nagari dan Bulog tersebut akan kembali digelar pada Jumat, 5 Juni 2026, bertempat di Kantor Camat Sungai Rumbai, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Di tengah kondisi ekonomi yang membuat banyak keluarga harus lebih cermat mengatur pengeluaran, kehadiran pasar murah menjadi kabar yang sangat dinantikan masyarakat. Pasalnya, sejumlah komoditas kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir hingga telur ayam mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Melalui pasar murah ini, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasaran. Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp60.000, minyak goreng Rp12.000 per liter, gula pasir Rp15.000 per kilogram, serta telur ayam satu tray seharga Rp45.000.
Kepala Dinas Kumperindag Kabupaten Dharmasraya, Alfiandri, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang saat ini menghadapi tekanan akibat naiknya harga bahan pokok.
“Pasar murah ini dihadirkan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kami berharap kegiatan ini dapat meringankan beban pengeluaran keluarga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah,” ujarnya, Kamis 4 Juni 2026.
Menurut Alfiandri, program ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi di tingkat daerah.
Yang lebih menggembirakan, kata Alfiandri, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, direncanakan turut hadir menyapa masyarakat secara langsung pada pelaksanaan pasar murah di Sungai Rumbai.
Kehadiran bupati perempuan pertama di Dharmasraya tersebut menjadi simbol bahwa pemerintah tidak hanya hadir melalui kebijakan, tetapi juga turun langsung melihat kondisi masyarakat di lapangan.
