Mjnews.id – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto menggelar kegiatan CERPAIS (Cerita Pendidikan Agama Islam pada Sekolah) yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Selasa 9 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi, koordinasi, dan penguatan peran pendidikan agama dalam membentuk generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
Dalam laporannya, Kasi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kankemenag Kota Sawahlunto menyampaikan bahwa masih terdapat 12 guru yang belum memperoleh kesempatan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tiga orang di antaranya sedang menjalani proses PPG, sementara sisanya belum memenuhi masa kerja yang dipersyaratkan.
“Semoga guru-guru yang belum berkesempatan mengikuti PPG dapat dimudahkan dan segera mendapatkan kesempatan pada waktu yang akan datang,” ujarnya.
Kasi PAIS juga menjelaskan kondisi pembayaran tunjangan guru agama di sejumlah daerah. Menurutnya, beberapa kabupaten/kota mengalami keterbatasan anggaran sehingga pembayaran hanya mampu dilakukan hingga bulan Maret. Namun demikian, kondisi di Kota Sawahlunto relatif lebih baik.
“Alhamdulillah untuk guru PNS di Kota Sawahlunto anggarannya tersedia hingga bulan Desember. Sementara untuk PPPK, kekuatan anggaran saat ini sampai Oktober. Namun apabila nantinya terdapat regulasi yang memperbolehkan penggunaan sumber dana tertentu untuk PPPK, maka kebutuhan tersebut insya Allah dapat terpenuhi,” jelasnya.
CERPAIS sebagai ruang berbagi gagasan dan pengalaman
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.M, dalam arahannya menegaskan bahwa CERPAIS bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi ruang berbagi gagasan dan pengalaman terkait berbagai bidang pembinaan keagamaan.
Zulkifli mengingatkan bahwa pendidikan agama memiliki landasan konstitusional yang kuat.
Ia mengutip Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (1) dan ayat (3) yang menegaskan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan serta kewajiban pemerintah menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
(Uni)









