Mjnews.id – Himpunan Mahasiswa Agroindustri (HIMAGRID) Universitas Andalas (Unand) Padang terus berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus mendorong ekonomi masyarakat. Kali ini, HIMAGRID berikan pelatihan pembuatan lulur atau scrub alami berbahan dasar kayu manis di Desa Silungkang Oso, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang rapat Desa Silungkang Oso dan dihadiri oleh perangkat desa, pengurus BUMDes, kelompok usaha warga, serta ibu-ibu dan pemuda setempat.
Kepala Desa Silungkang Oso, Ferdinal yang membuka langsung kegiatan tersebut sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan ini.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran mahasiswa sebagai mitra yang membawa ilmu dan gagasan baru. Kayu manis yang tumbuh melimpah di wilayah Silungkang Oso selama ini sebagian besar dijual dalam bentuk mentah, melalui pelatihan seperti ini diharapkan bahan baku dapat diolah menjadi produk jadi yang lebih bernilai jual, aman digunakan, dan layak dipromosikan sebagai produk unggulan desa maupun daya tarik wisata kawasan Geopark Silungkang Oso,” papar Ferdinal, Sabtu 27 Juni 2026.
Ketua HIMAGRID Farid Ayunda menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud penerapan ilmu sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi pemilihan bahan kayu manis berkualitas, proses pengolahan yang higienis, pencampuran bahan pendukung alami, cara pengemasan yang menarik, hingga penyimpanan yang tepat agar produk tetap baik. Peserta juga diajak langsung mempraktikkan seluruh tahapan pembuatan hingga mendapatkan hasil akhir yang siap dipakai atau dijual.
Sementara itu Dr. Hendra Saputra, S.TP, MP selaku pembina Himpunan Mahasiswa Agroindustri, kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu bentuk implementasi ilmu dan teknologi dari perguruan tinggi untuk dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mendukung kemajuan nagari, meningkatkan potensi serta perekonomian masyarakat desa, dan menghadirkan solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada di lapangan. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Silungkang Oso,” katanya.
Suasana berlangsung hangat dan antusias. Banyak peserta yang mengaku senang karena mendapatkan cara baru memanfaatkan kekayaan alam sendiri. Hasil pelatihan diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha kelompok yang dikelola bersama maupun didukung oleh BUMDes, sehingga nantinya tersedia produk khas Silungkang Oso yang bisa dibawa pulang oleh pengunjung dan menjadi salah satu andalan ekonomi warga.
Seterusnya acara dilanjutkan dengan kunjungan industri pabrik tenun Jembatan Merah Desa Silungkang Oso dan disambut langsung oleh Pemilik dan juga jajaran Direksi serta Kepala Pabrik untuk melihat secara langsung proses produksi dan juga pengolahan limbah industri menjadi produk nilai tambah.
Pemerintah Desa Silungkang Oso mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota HIMAGRID Universitas Andalas. Kerja sama serupa diharapkan dapat terus berlanjut dan diperluas untuk pengembangan potensi lain di desa ini demi kemajuan bersama.
(Uni)
