BeritaEkonomiSumatera Barat

Program Nagari Creative Hub Mulai Tunjukkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Nagari Pangian

11
Ketua Satuan Tugas (Satgas) NCH Nagari Pangian, Zilnovita Zainal yang akrab disapa Elok Piko
Ketua Satuan Tugas (Satgas) NCH Nagari Pangian, Zilnovita Zainal yang akrab disapa Elok Piko. (f/pemprov)

Meski nilai penjualan daring belum terlalu besar, Elok Piko menilai proses tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem pemasaran digital di tingkat nagari.

Tantangan lainnya adalah pemenuhan berbagai persyaratan administrasi sebelum produk dapat dipasarkan melalui TikTok Shop, termasuk kepemilikan sertifikat halal. Setelah itu, pelaku UMKM juga masih memerlukan peningkatan kapasitas dalam mengelola pemasaran digital secara profesional.

ADVERTISEMENT

“Kami juga masih kekurangan host untuk live shopping. Anak-anak muda biasanya lebih cepat beradaptasi dengan teknologi dibandingkan kami, tapi sebagaian besar dari mereka itu pergi merantau atau tidak berada di kampung,” tambahnya.

Di luar pemasaran digital, sejumlah produk UMKM Nagari Pangian sebenarnya telah memiliki pasar yang cukup menjanjikan. Produk seperti minuman kesehatan serai-lemon-jahe dan rendang belut bahkan telah dipasarkan di salah satu pusat oleh-oleh di Kota Padang.

Namun, peluang tersebut juga menghadirkan tantangan baru, yakni menjaga kontinuitas produksi agar pasokan tetap tersedia.

“Masalahnya bukan kualitas, tetapi konsistensi produksi. Kalau bahan baku habis atau produksi terhenti, produk bisa langsung dikeluarkan dari jaringan pemasaran,” jelasnya.

Tidak hanya menjadi pusat pengembangan ekonomi, Nagari Creative Hub Pangian juga berkembang sebagai ruang aktivitas sosial dan pelestarian budaya masyarakat. Berbagai kegiatan seperti latihan silek tradisi, randai, tari, sanggar senam, hingga pelatihan pemberdayaan masyarakat kini dipusatkan di kawasan NCH. Seluruh program pelatihan yang didanai pemerintah nagari juga diarahkan untuk mendukung pengembangan pusat kreativitas tersebut.

Melalui pendekatan tersebut, Nagari Creative Hub tidak hanya menjadi sarana pengembangan UMKM, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi masyarakat dalam memperkuat ekonomi lokal, melestarikan budaya Minangkabau, serta membangun ekosistem kreativitas yang berkelanjutan di tingkat nagari.

Diketahui, pada tahap awal pengembangan, Pemprov Sumbar mengimplementasikan program Nagari Creative Hub (NCH) melalui pilot project di tiga nagari, yaitu Nagari Sikalang di Kota Sawahlunto, Nagari Toboh Gadang Barat di Kabupaten Padang Pariaman, dan Nagari Pangian di Kabupaten Tanah Datar. (adpsb)

Exit mobile version