BeritaKota Payakumbuh

Pemko Payakumbuh Adakan Kontes Kambing PE Wali Kota Cup 2026

11
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta saat pembukaan Kontes Kambing PE Wali Kota Cup 2026
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta saat pembukaan Kontes Kambing PE Wali Kota Cup 2026. (f/pemko)

Mjnews.id – Wali Kota Zulmaeta menegaskan komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh untuk mengembangkan sektor peternakan sebagai salah satu komoditas potensial dalam memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan peternak.

Hal itu disampaikannya saat membuka Kontes Kambing Seni Peranakan Etawa (PE) Wali Kota Cup 2026 di Lapangan Kampus Universitas Andalas (Unand) Payakumbuh, Ahad (2/8/2026).

ADVERTISEMENT

Kontes yang diselenggarakan Himpunan Peternak Kambing dan Domba Indonesia (HPDKI) Payakumbuh bersama HPDKI Sumatera Barat tersebut diikuti peternak dari Kota Payakumbuh dan berbagai daerah lainnya.

Menurut Zulmaeta, kontes tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk menampilkan kualitas ternak, tetapi juga menjadi ruang bagi peternak untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring, meningkatkan pengetahuan, serta memperbaiki kualitas budidaya kambing unggul.

“Saya mengucapkan selamat kepada segenap pengurus dan anggota HPDKI Payakumbuh maupun Sumatera Barat atas terselenggaranya Kontes Kambing Seni Peranakan Etawa Wali Kota Cup Tahun 2026. Terima kasih pula kepada seluruh peserta yang telah hadir. Semoga momentum ini menjadi sarana menambah wawasan, mempererat silaturahmi, sekaligus meningkatkan kualitas usaha peternakan kambing di daerah,” ujar Zulmaeta.

Ia juga mengajak peserta dari luar Kota Payakumbuh memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikmati berbagai destinasi wisata dan kuliner yang menjadi daya tarik daerah.

Zulmaeta mengatakan kambing Etawa dan Peranakan Etawa (PE) memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena merupakan salah satu sumber daya genetik hewan rumpun lokal Indonesia dengan berbagai keunggulan.

Selain dikenal sebagai penghasil susu dengan produktivitas yang baik, kambing PE memiliki ukuran tubuh relatif besar sehingga potensial sebagai penghasil daging, mampu beradaptasi dengan iklim tropis, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

“Potensi inilah yang mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan budidaya kambing Etawa dan Peranakan Etawa. Karena itu, saya menyambut baik pelaksanaan kontes ini sebagai upaya meningkatkan kualitas genetik ternak sekaligus memperkuat daya saing peternak,” katanya.

Berdasarkan data 2021 hingga 2025, kata Zulmaeta, populasi kambing di Kota Payakumbuh berada pada kisaran 3.000 hingga 4.000 ekor. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikembangkan melalui peningkatan mutu bibit, penerapan tata kelola budidaya yang baik, peningkatan produktivitas, serta penguatan kelembagaan peternak.

“Potensi yang kita miliki harus terus dikembangkan. Tidak hanya dari sisi jumlah ternak, tetapi juga kualitas bibit, manajemen pemeliharaan, produktivitas, dan kemampuan peternak dalam mengelola usaha secara berkelanjutan,” ujarnya.

Exit mobile version