BeritaKepulauan Riau

Reorientasi Kaderisasi di Beranda Negeri, PKC PMII Kepri Perkuat Kualitas dan Kepemimpinan Kader

18
Reorientasi Kaderisasi di Beranda Negeri PKC PMII Kepri
Reorientasi Kaderisasi di Beranda Negeri PKC PMII Kepri . (f/ist)

Mjnews.id – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Kepulauan Riau (Kepri) menggelar rangkaian Pelatihan Kader Lanjut (PKL), Pelatihan Instruktur Wilayah (PIW), dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Kaderisasi pada 13–17 Agustus 2026 di Kota Batam.

Mengusung tema “Reorientasi Kaderisasi PMII di Beranda Negeri: Meneguhkan Nilai Dasar Pergerakan, Membangun Kepemimpinan, Memajukan Kepulauan Riau”, kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi untuk menyamakan arah kaderisasi dan memperkuat kualitas kader PMII di Kepulauan Riau.

ADVERTISEMENT

Pembukaan digelar di Aula Dispora Kota Batam dan dibuka oleh Acep Jamaludin, Ketua Kaderisasi Nasional PB PMII. Turut hadir mewakili Gubernur Kepri, Harianto, ST., M.Si., Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, serta Mabinda PKC PMII Kepri, senior-senior PMII, Muslimat NU, GP Ansor, Cipayung Plus, KNPI, dan unsur organisasi lainnya.

Dalam sambutannya, Acep Jamaludin menegaskan bahwa kaderisasi PMII harus bergeser dari sekadar mengejar kuantitas menuju penguatan kualitas. Kader harus memiliki kedalaman intelektual, integritas, karakter kepemimpinan, dan kemampuan menjawab persoalan zaman.

Sementara itu, Harianto, ST., M.Si., mewakili Gubernur Kepri, mengapresiasi peran PMII dalam membentuk generasi muda yang berkapasitas dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah. Ia berharap kader PMII terus membangun kolaborasi dan mengambil peran dalam kemajuan Kepulauan Riau.

Ketua PKC PMII Kepri, Arie Rahmardani Kurniawan menegaskan bahwa RAKORDA, PKL, dan PIW merupakan ruang strategis untuk menempa kader dan menentukan arah gerakan.

“RAKORDA adalah kompas untuk menyatukan arah gerak PKC dan PC se-Kepri. PKL adalah ruang menempa kader agar memiliki kedalaman intelektual, spiritual, dan kultural. Sementara PIW menyiapkan kader pengajar yang menjadi garda terdepan kaderisasi di komisariat dan rayon,” kata Arie.

Ia menegaskan, di tengah dinamika bangsa yang semakin kompleks, PMII tidak boleh menjadi penonton, tetapi harus menjadi subjek perubahan.

“Kita membutuhkan kader yang kritis dalam berpikir, progresif dalam bergerak, dan berakhlak sebagai kader Ahlussunnah wal Jama’ah. Ikuti proses dengan sungguh-sungguh, jaga ukhuwah, dan bawa pulang ilmu serta semangat ini menjadi gerakan nyata di daerah masing-masing,” katanya.

Ketua Kaderisasi PKC PMII Kepri, Sahabat Rezki Nila Munanna, menegaskan bahwa kaderisasi adalah jantung organisasi.

“Ketika jantung kaderisasi berhenti berdetak, perlahan mati pula denyut gerakan organisasi. Menjaga kaderisasi berarti menjaga keberlangsungan organisasi dan memastikan perjuangan tetap hidup,” ujar Sahabat.

Rezki juga menyampaikan terima kasih kepada PB PMII, PKC PMII Kepri, Mabinda, senior PMII, Pemerintah Provinsi Kepri, Dispora Kota Batam, keluarga besar NU, Cipayung Plus, KNPI, seluruh panitia, peserta, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Rangkaian kegiatan hingga 17 Agustus 2026 ini diharapkan melahirkan penguatan arah kaderisasi, peningkatan kualitas kader dan instruktur, serta gerakan PMII yang semakin relevan bagi Kepulauan Riau. (*)

Exit mobile version