BeritaPendidikanSumatera Barat

Gubernur Mahyeldi Kukuhkan Ibunda Guru PGRI Sumbar

40
Pengukuhan Ibunda Guru PGRI Sumbar
Pengukuhan Ibunda Guru PGRI Sumbar. (f/pemprov)

Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan guru memegang peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, penguatan kompetensi sekaligus perlindungan terhadap profesi guru harus menjadi perhatian utama organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Penegasan itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Pengukuhan Ibunda Guru PGRI Provinsi Sumatera Barat masa bakti XXIII 2024-2029 sekaligus Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) I PGRI Sumbar 2026 di Hotel Truntum Padang, Jumat (4/9/2026) malam.

ADVERTISEMENT

Dalam kegiatan bertema “Memperkuat Solidaritas dalam Mewujudkan Guru Bermutu Indonesia Maju” tersebut, Harneli Mahyeldi dikukuhkan sebagai Ibunda Guru PGRI Provinsi Sumatera Barat. Penyematan pin dilakukan langsung oleh Gubernur Mahyeldi.

Mahyeldi mengapresiasi PGRI yang telah melakukan proses seleksi dan menetapkan kepengurusan organisasi untuk masa bakti 2024-2029. Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat peran PGRI dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi guru.

“Penguatan guru, peningkatan kompetensi guru, dan perlindungan kepada guru juga akan bisa berjalan lebih baik. Sehingga para guru kita akan lebih mantap dan lebih tenang dalam melaksanakan tugas,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, perlindungan profesi merupakan salah satu fungsi penting PGRI. Organisasi guru itu diharapkan mampu memberikan dukungan terhadap profesi pendidik, termasuk memastikan keamanan dalam menjalankan tugas serta pemenuhan hak-hak guru.

“Kita berharap melalui PGRI ada upaya dalam rangka perlindungan dan memberikan dukungan terhadap profesi guru, baik dalam keamanan maupun pemenuhan hak-hak guru,” katanya.

Mahyeldi menilai perhatian terhadap guru tidak bisa dipisahkan dari agenda pembangunan bangsa. Menurutnya, kualitas pendidikan sangat bergantung pada kemampuan negara dan masyarakat memperkuat posisi guru sebagai pendidik generasi masa depan.

“Kalau kita berbicara masalah bangsa di masa depan, kata kuncinya ada di guru. Penguatan guru, pemberdayaan guru, dan perlindungan kepada guru,” tegasnya.

Ia bahkan menyebut profesi guru memiliki kedudukan istimewa karena pendidikan dan pengajaran merupakan bagian penting dari perjalanan para nabi dan rasul. Karena itu, pengabdian guru diyakini memberi dampak langsung terhadap pembentukan karakter peserta didik.

“Guru betul-betul berefek bagi peserta didik, anak-anak bangsa Indonesia,” ujarnya.

Exit mobile version