BeritaKabupaten Dharmasraya

Hotspot Kini Nihil, Kabut Asap Diduga Kiriman dari Luar Dharmasraya

24
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya, Suherman Junaidi
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya, Suherman Junaidi. (f/pemkab)

Mjnews.id – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Dharmasraya pada Selasa (29/9/2026), setelah beberapa hari belakangan sempat membaik.

Namun Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya, Suherman Junaidi menyebut kembali memburuknya kualitas udara diduga berasal dari luar Dharmasraya.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan berdasarkan data pemantauan Sistem Informasi Peringatan dan Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi), sejak 23 hingga 29 September 2026 tidak ditemukan titik panas (hotspot) di wilayah itu.

“Data dari pemantauan kami di SiPongi Karhutla, sejak tanggal 23 sampai 29 September 2026 ini tidak ada hotspot di Dharmasraya. Sehingga kami menduga kuat kabut asap ini berasal dari daerah lain,” ujar Suherman.

Menurutnya, meskipun hujan lebat sudah turun secara merata di wilayah Kabupaten Dharmasraya, pemantauan terhadap perkembangan kabut asap akibat Karhutla tetap dilakukan. Hal ini untuk memastikan kondisi udara dan potensi munculnya titik panas tetap terpantau.

Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya pada Selasa (29/9) pukul 04.00 WIB, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat 103 (Tidak Sehat). Sedangkan Air Quality Index (AQI) berada pada angka 152.

Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap menggunakan masker apabila melakukan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker diharapkan dapat membantu mengurangi paparan partikel asap yang terhirup, terutama saat kondisi kabut asap kembali pekat.

(*)

Exit mobile version