BeritaEkonomiPurwakarta

Gebuk Kemiskinan: Kopdes Cipeundeuy Purwakarta Saingi BUMDes dengan Jurus Baru!

793
Ade Irawan, Ketua Kopdes Merah Putih Desa Cipeundeuy
Ade Irawan, Ketua Kopdes Merah Putih Desa Cipeundeuy. (f/ist)

Mjnews.id – Koperasi Desa Merah Putih atau Kopdes Cipeundeuy, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, siap menggebrak dengan skema permodalan unik yang jauh berbeda dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Ade Irawan selaku Ketua Kopdes Merah Putih, Desa Cipeundeuy, dengan penuh keyakinan menjelaskan visi dan misi koperasi desanya yang berfokus pada kesejahteraan anggota.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan hal ini berbeda dengan BUMDes yang menggunakan Dana Desa untuk keuntungan APBDes, Kopdes Merah Putih mengandalkan dana pinjaman dari Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri).

“Ini bukan hibah, ini pinjaman. Otomatis bank ingin untung, dan koperasi pun wajib untung,” tegas Ade, di Purwakarta, Rabu 25 Juni 2025.

Namun, kata Ade keuntungan tersebut tidak masuk kas desa, melainkan seluruhnya dialokasikan untuk kemakmuran anggota, Profit untuk Anggota, Bukan APBDes.

Ade Irawan menekankan, Ketika masyarakat ingin mendapatkan profit, ingin mendapatkan untung, ya jadilah anggota koperasi, jangan hanya jadi penonton.

Ia menganalogikan, masyarakat tidak bisa meminta bagi keuntungan dari toko sembako besar yang bukan miliknya. Namun, jika koperasi desa beroperasi dengan baik, keuntungannya akan langsung dinikmati oleh para anggotanya.

Kopdes Merah Putih menyambut baik rencana guyuran dana dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) pada 1 Juli mendatang.

Ade optimis karena akta notaris badan hukum Koperasi Desa Cipeundeuy akan terbit sebelum akhir Juni ini, fokus usaha dan pemberdayaan potensi Desa.

Kopdes Merah Putih telah merancang tujuh bidang usaha utama yakni, Kantor koperasi, agen sembako, gas elpiji, pupuk, serta klinik dan apotek. Selain itu, mereka terbuka untuk menerima masukan masyarakat terkait potensi usaha lain yang prospektif dengan risiko kecil.

Ade Irawan memiliki keyakinan besar terhadap keberhasilan program ini, belajar dari kemerosotan BUMDes di banyak daerah.

Dengan bekal ilmu manajemen yang ia miliki, ia berkomitmen menerapkan prinsip planning, organizing, actuating, dan controlling untuk menghindari penyimpangan dana.

Exit mobile version