Mjnews.id – Pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu peluang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui kreativitas, inovasi, serta dukungan berbagai pihak, produk lokal diharapkan mampu memiliki nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Hal tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat, Hj. Yesi Endriani, SM, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif di Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 7 hingga 8 November 2026 itu merupakan bagian dari agenda anggota DPRD Sumbar di Daerah Pemilihan (Dapil) III, yang meliputi Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam.
Sosialisasi tersebut dihadiri Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Wahendra, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Rofi Hendria, S.STP., M.Si., Camat Guguk Panjang, para lurah, pengurus TP-PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Dharma Wanita Persatuan (DWP), IWAPI, LKKS, pelaku UMKM, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengembangan ekonomi kreatif, mulai dari penciptaan peluang usaha, inovasi produk, strategi pemasaran hingga perlindungan hukum bagi pelaku ekonomi kreatif.
Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Wahendra, menjelaskan bahwa Perda Nomor 2 Tahun 2023 menjadi landasan hukum dalam memberikan kepastian, perlindungan, serta ruang pengembangan bagi para pelaku ekonomi kreatif.
Menurutnya, ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan aktivitas UMKM, tetapi juga membutuhkan kreativitas, inovasi, penciptaan nilai tambah, serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Pengembangan sektor ini juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak melalui pendekatan Pentahelix, yakni pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan komunitas.
Sementara itu, Yesi Endriani mengatakan Kota Bukittinggi memiliki potensi ekonomi yang sangat erat kaitannya dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Aktivitas pariwisata telah membuka peluang bagi tumbuhnya berbagai usaha masyarakat, mulai dari kuliner, kerajinan hingga produk oleh-oleh khas daerah.
“Bukittinggi ini hidup dari ekonomi kreatif. Dengan adanya pariwisata, tumbuh pula ekonomi kreatif yang menjadi bagian dari penggerak perekonomian kota ini,” ujar Yesi.
Ia menilai potensi daerah dan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat perlu terus dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi. Dengan begitu, produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki kualitas, tetapi juga nilai jual lebih tinggi serta perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual.
