Kemendag, lanjut, Mendag Zulkifli Hasan, terus memfasilitasi pelaku ekspor. Di dalam negeri, Kemendag mempertemukan pelaku usaha dengan buyer melalui Trade Expo Indonesia (TEI) yang digelar secara luring pada 19—23 Oktober 2022 dan secara daring hingga 19 Desember 2022 mendatang. Nilai transaksi TEI ke-37 ini per 14 Desember 2022 telah berhasil mencapai USD 14,50 miliar.
“Keberhasilan ini merupakan buah kolaborasi, kerja sama semua pihak. Keberhasilan TEI 2022 didukung para duta besar Indonesia yang datang bersama buyer, Pemerintah Daerah yang menghadirkan UMKM unggulan, serta dukungan pelaku usaha yang nyata,” ujar Mendag Zulkifli Hasan.
Mendag Zulkifli Hasan menambahkan, Kemendag juga memfasilitasi pelaku ekspor dengan membuka pasar baru nontradisional seperti Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Selatan. Kemendag membuka pasar melalui perjanjian dagang agar ekspor tidak terhambat.
“Kita siapkan “jalan tolnya” sementara ekosistem dalam negeri dibenahi. Tentu Kemendag tidak bisa sendiri, harus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lainnya,” ucap Mendag Zulkifli Hasan.
Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi berharap, penghargaan Primaniyarta dapat mendorong peningkatan jumlah eksportir dalam negeri dan menumbuhkan ekspor yang berdaya saing.
“Penghargaan Primaniyarta yang diterima para pelaku usaha terpilih kami harapkan dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi pelaku ekspor lainnya, serta mendorong pertumbuhan jumlah pelaku ekspor tangguh dan berdaya saing. Semoga kita semua selalu dalam semangat yang sama untuk tetap melanjutkan segala upaya dalam mendukung peningkatan ekspor Indonesia,” imbuh Didi.
