Mendag Zulkifli Hasan juga menekankan pentingnya menjaga konsumsi rumah tangga sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi. “Konsumsi rumah tangga sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi perlu terus dijaga, salah satunya dengan mengedepankan dan memanfaatkan ekonomi digital. Ekonomi digital juga merupakan salah satu metode mitigasi untuk menahan dampak negatif pandemi Covid-19 terhadap perekonomian,” urainya.
Peran sektor perdagangan di dalam perekonomian, lanjut Mendag Zulkifli Hasan, adalah menjaga agar konsumsi tetap meningkat dan menjaga agar neraca perdagangan tetap surplus. “Kebijakan Kementerian Perdagangan adalah dengan melakukan stabilisasi harga, penguatan pasar dalam negeri, dan peningkatan ekspor untuk memastikan agar roda produksi terus berjalan,” jelas Mendag Zulkifli Hasan.
Mendag Zulkifli Hasan menjelaskan, hasil penyelenggaraan Harbolnas sejak tahun 2018─2021 menunjukan angka transaksi yang terus meningkat. Pada 2021, Harbolnas mampu mencatatkan transaksi sebesar Rp18,1 triliun atau meningkat 56 persen dari tahun sebelumnya. Konsumsi produk lokal pada gelaran Harbolnas pun menunjukkan angka yang terus meningkat. Harbolnas 2021 mampu mencatatkan konsumsi produk lokal sebesar Rp8,5 triliun atau meningkat hampir 40 persen dari tahun sebelumnya.
“Saya mengapresiasi idEA dan Pelaku Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) yang terlibat dalam gelaran Harbolnas tahun ini, yang telah konsisten mendukung perkembangan ekosistem PMSE Indonesia dengan memberikan ruang bagi produk dan pelaku usaha dalam negeri pada setiap gelaran Harbolnas. Saya berharap, Harbolnas dapat terus meningkatkan konsumsi dalam negeri, khususnya konsumsi produk buatan dalam negeri,” kata Mendag Zulkifli Hasan.
Asosiasi idEA sebagai penyelenggara Harbolnas memperkirakan adanya kenaikan transaksi dibanding tahun lalu. Prospek ekonomi Indonesia ke depannya juga diperkirakan tetap menjanjikan. Hal ini tercermin misalnya dari indeks keyakinan konsumen (IKK) yang terus berada di level optimis.
Bima mengungkapkan, perkembangan Harbolnas di dua tahun terakhir pada transaksi produk lokal terus meningkat dengan cukup signifikan setiap tahunnya. “Meski menghadapi isu adanya resesi global, saya yakin kekuatan pemasaran produk lokal akan mampu mencetak perputaran ekonomi yang positif. Saat ini, antusiasme masyarakat terhadap penggunaan produk lokal sudah makin kuat. Kami yakin total nilai transaksi bisa mencapai Rp20 triliun,” jelas Bima.
Dalam acara peluncuran Harbolnas tersebut, juga digelar temu wicara. Hadir sebagai narasumber Plt Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Kasan; Deputi Koordinator Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kemenko Marves, Odo Manuhutu; serta Pengamat Ekonomi Yudo Anggoro.
