Kemendag

Tiga Negara Jadi Penyumbang Terbesar Surplus Neraca Perdagangan Oktober 2022, Ini Dia

31
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. (f/kemendag)

Impor Oktober 2022 Melemah Dibanding September 2022

Total impor Indonesia bulan Oktober 2022 mencapai USD 19,14 miliar. Nilai ini relatif melemah 3,40 persen dibanding Agustus 2022 (MoM), namun meningkat 17,44 persen bila dibandingkan Oktober 2021 (YoY). “Penurunan kinerja impor pada Oktober 2022 dipicu menurunnya impor nonmigas sebesar 3,73 persen (MoM) dan menurunnya impor migas sebesar 1,81 persen (MoM),” jelas Mendag.

ADVERTISEMENT

Mendag Zulkifli Hasan mengungkapkan, jika berdasarkan golongan penggunaan barang, impor bahan baku/penolong dan barang modal melandai masing-masing sebesar 3,99 persen dan 7,22 persen MoM.

Penurunan impor bahan baku/penolong dan barang modal di Oktober ini juga tercermin dari penurunan Standard and Poor’s (S&P) Global Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor industri manufaktur di Indonesia pada Oktober 2022 di level 51,8 atau turun dari September 2022 di level 53,7.

Sementara mpor barang konsumsi justru meningkat 10,13 persen (MoM) pada Oktober 2022. Kenaikan impor barang konsumsi ini menandai pulihnya ekonomi dalam negeri dan membaiknya permintaan domestik sebagaimana tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Oktober 2022 sebesar 120,3 yang lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 117,2.

“Penurunan impor bahan baku dan barang modal pada dua bulan terakhir ini perlu diwaspadai, mengingat impor bahan baku/penolong dan barang modal mempengaruhi aktivitas industri, gerak ekonomi, dan investasi di masa depan,” ujar Mendag.

Beberapa bahan baku/penolong yang impornya turun adalah bahan bakar mineral, logam mulia dan perhiasan/permata, gula dan kembang gula, serta ampas/sisa industri makanan. Sedangkan beberapa komoditas barang modal yang berkontraksi terdalam adalah laptop, alat berat, barang-barang lain pada kelompok mesin dan peralatan mekanis (HS 84), serta mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85).

Di sisi lain, barang konsumsi yang impornya meningkat signifikan antara lain vaksin, bawang putih, bahan bakar kendaraan bermesin diesel, minyak medium lainnya dan olahannya, tali pengaman bukan untuk keperluan industri, serta buah-buahan seperti anggur, kelengkeng, dan apel.

Berdasarkan negara asal, impor nonmigas Indonesia didominasi komoditas dari RRT, Jepang, dan Korea Selatan dengan total pangsa 48,03 persen dari total impor nonmigas Oktober 2022. Negara asal impor dengan penurunan impor nonmigas terdalam pada Oktober 2022 adalah Argentina yang turun 37,02 persen, Arab Saudi (turun 33,78 persen), Hongkong (turun 25,75 persen), India (turun 21,02 persen), dan Singapura (turun 17,01 persen MoM).

Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan, secara kumulatif, total impor periode Januari–Oktober 2022 mencapai USD 198,62 miliar atau naik 27,72 persen dari Januari–Oktober 2021 (YoY). Pertumbuhan impor tersebut dipicu lonjakan impor migas sebesar 79,92 persen dan kenaikan impor nonmigas sebesar 20,40 persen YoY.

(eki)

Exit mobile version