Kemendag

Bappebti Bidik Pemanfaatan Sistem Resi Gudang Orientasi Ekspor dan Rebranding Komoditas

289
×

Bappebti Bidik Pemanfaatan Sistem Resi Gudang Orientasi Ekspor dan Rebranding Komoditas

Sebarkan artikel ini
Bappebti

Mjnews.id – Sekretaris Bappebti, Olvy Andrianita, menyampaikan bahwa Bappebti terus berupaya agar Sistem Resi Gudang (SRG) dapat berkembang. Awalnya, SRG fokus pada jaminan ketersediaan pasokan komoditas, terutama bahan pangan dalam negeri. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, SRG telah berhasil mengubah orientasinya menjadi lebih berfokus pada ekspor ke pasar global.

“Hal ini memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sementara para pelaku usaha dapat menjual komoditasnya ke pasar global melalui mekanisme penyimpanan komoditas di SRG,” kata Olvy.

Bappebti mengadakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) atau Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dengan tema “Transformasi Gudang SRG: Meningkatkan Efisiensi dan Akses Pasar”, Kamis (15/6/2023) lalu.

Diskusi tersebut bertujuan untuk mengumpulkan masukan dan rumusan konkret dalam penguatan fungsi dan peran SRG guna meningkatkan perekonomian nasional dan perdagangan melalui peningkatan ketersediaan kebutuhan dalam negeri dan ekspor.

Olvy menyebutkan bahwa Kementerian Perdagangan memberikan ruang yang lebih luas bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menggunakan berbagai komoditas. Bappebti berharap melalui agenda ini, dapat dikumpulkan masukan dan rumusan yang konkret dalam menguatkan fungsi dan peran SRG.

Saat ini, Bappebti sedang memproses harmonisasi untuk merevisi Peraturan Menteri Perdagangan terkait SRG. Di bawah peraturan yang berlaku saat ini, terdapat 20 komoditas yang tercakup dalam SRG, dan rencananya akan ditambahkan 2 komoditas baru.

Dalam diskusi tersebut, juga diungkapkan bahwa SRG dapat digunakan sebagai mekanisme pembiayaan berbasis komoditas yang mendukung kegiatan ekspor. Beberapa gudang SRG sudah dikelola oleh pelaku ekspor untuk beberapa komoditas seperti kopi, rumput laut, beras organik, ikan, dan timah.

SRG memungkinkan komoditas yang disimpan digunakan sebagai jaminan pembiayaan sehingga aktivitas perusahaan dapat tetap berjalan. Hal ini diharapkan dapat diadopsi oleh pelaku usaha lain dalam meningkatkan kinerja perusahaan.

Selain itu, ditemukan juga bahwa SRG telah memberikan kontribusi positif dalam peningkatan ekspor komoditas. Beberapa daerah di Indonesia, seperti Aceh, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, dan Kepulauan Bangka, telah berhasil melakukan ekspor komoditas melalui gudang SRG.

SRG bukan hanya menjadi sarana tunda jual, tetapi juga memberikan solusi untuk peningkatan ekspor dan memastikan komoditas Indonesia mendapatkan posisi yang baik di pasar global.

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT

banner 120x600