Kemensos

Desain Kemasan Dipercantik Kemensos, Produk Serua Snack Kian Memikat

653
Kemensos Percantik Kemasan Produk Serua Snack Depok, Jawa Barat
Mensos Tri Rismaharini melihat desain kemasan produk Serua Snack Depok, Jawa Barat. (f/humas)

Usahanya mulai serius ia kembangkan pada 2018 dengan berbagai varian, mulai dari cheese stick bawang, opak original, singkong mangleng, singkong sambel, hingga menjajal olahan keripik pisang.

Pada Desember 2022 lalu, Susi menerima bantuan dari program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA). PENA membantunya mengembangkan usaha keripik yang telah menjadi sumber utama pendapatan keluarganya selama lima tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

“Alhamdulillah, program PENA sangat membantu saya. Saya semakin percaya diri mengembangkan usaha keripik dan mulai mengumpulkan tekad untuk berani melepaskan diri dari PKH,” kata ibu tiga anak ini.

Susi pun tidak menyangka kesiapannya mengundurkan diri dari kepesertaan PKH melalui event siap graduasi massal bersama PM PENA seluruh nusantara di Gedung Aneka Bhakti (GAB) Kementerian Sosial pada awal Agustus lalu, diganjar bantuan dalam bentuk lain, yakni konsultasi branding dan packaging untuk produknya dengan desainer kenamaan.

“Seneng banget ya, yang tadinya nggak tau apa-apa, nggak tau bakal dibantu sampai segininya juga. Udah mah dibantu program PENA, bantuan bahan dan lain-lain, dibantu desain kemasan, sampai bonnya juga dibikinin. Yang tadinya, saya pakai bon kosong, sekarang udah ada bon dengan branding usaha saya,” ujarnya.

Susi pun membandingkan branding produknya sebelum dan sesudah mendapat masukan dari desainer. “Sebelumnya, udah ada nama produknya, KUBE Serua Jaya. Dulu itu Kelompok Usaha Bersama, tapi sekarang udah nggak ada. Supaya lebih menarik dan menjual lagi di pasaran, akhirnya namanya diganti jadi Serua Snack,” katanya.

Begitu pun dengan kemasannya, tak luput dari sentuhan desain baru. Sebelumnya, produk keripik Susi hanya dikemas menggunakan plastik bening dan kertas sebagai penanda branding dan varian rasa.

“Sekarang dibikin lebih cakep lagi. Kemasannya diganti menggunakan standing pouch dengan zipper, berbeda warna setiap varian keripik. Saya mah udah OK banget sama desainnya, siap dipasarin lagi dengan kemasan lebih cantik,” ungkapnya senang.

Hadir dalam kemasan baru, ia pun berharap produknya memikat hati banyak penikmat dan pendapatannya meningkat. “Sebelumnya, omset satu bulan, kotornya sekitar Rp5-6 juta, tapi itu ‘kan dibelanjain lagi. Ya, semoga kemasannya semakin menarik minat dan penghasilannya semakin meningkat,” pungkasnya penuh harap.

Sejak kick off Graduasi PENA dilakukan pada 2 Agustus lalu, Kemensos berkolaborasi dengan organisasi independen desain grafis Tata Rupa Nusantara untuk memberikan coaching terhadap branding dan packaging 10 produk UMKM milik PM.

Dalam prosesnya, Tata Rupa Nusantara menggaet tiga studio desain, yakni Artempo, Jarjas Design, dan Suka Studio untuk membantu mendesain brand dan mengolah packaging.

Adapun, 10 dari 1.191 PM yang menyatakan diri siap keluar dari kemiskinan dengan usaha dan produk masing-masing, telah melakukan konsultasi secara berkala dengan desainer produk setiap minggu selama empat kali.

Pada pertemuan keempat yang berlangsung di GAB pekan lalu, ditetapkan hasil akhir branding dan desain kemasan produk, yang selanjutnya akan dipakai untuk dipasarkan.

(rel)

Exit mobile version