Ketika ditanya apakah uang yang berhasil dicuri bisa diganti oleh pihak Bank Nagari, Affino Stephie menjawab, kita tunggu prosesnya dulu. Jika itu kelalaian petugas Bank Nagari, pasti akan diganti.
“Namun, bila kelalaian dari pihak nasabah, bank tidak bisa bertanggung jawab. Kita tunggu hasil investigasi dari Bank Nagari-lah dulu,” sambungnya.
Kasus pembobolan rekening nasabah Bank Nagari ini sudah sering terjadi. Dalam tiga tahun belakangan, kasus serupa telah menghebohkan, dengan hampir Rp 1,5 miliar dana nasabah Bank Nagari dilarikan oleh orang tak bertanggung jawab.
Hampir 150 nasabah kehilangan uang dalam kasus skimming. Akhirnya, pihak Bank Nagari mengganti uang nasabah yang dibobol tersebut.
Kasus-kasus pembobolan rekening ini semakin memunculkan kekhawatiran di kalangan nasabah Bank Nagari. Banyak yang mempertanyakan langkah-langkah keamanan yang telah diambil oleh pihak bank untuk melindungi dana nasabahnya dari ancaman skimming dan tindakan penipuan lainnya.
Para nasabah berharap bahwa pihak bank dapat segera menemukan pelaku dan mengembalikan uang yang hilang.
“Kita berharap kasus ini bisa segera diselesaikan oleh bank dan uang nasabah yang hilang ini sgera diganti bank, agar kepercayaan nasabah tidak pudar. Ini bukan hanya masalah pribadi, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap Bank Nagari,” katanya.
Tidak hanya Nurdi, banyak nasabah lain yang juga merasa khawatir dan berharap pihak bank dapat meningkatkan sistem keamanannya.
Mereka juga mendesak pihak bank untuk memberikan edukasi lebih kepada nasabah tentang cara menghindari penipuan digital yang semakin canggih.
Bank Nagari diharapkan segera mengambil langkah-langkah tegas dan konkret untuk meningkatkan sistem keamanan dan mencegah pembobolan rekening di masa depan.
(ab)
