MJNEWS.ID – Keributan yang terjadi di tengah rangkaian acara akad nikah dan pengajian di kawasan Pisangan Baru, Jakarta Timur, berujung pada laporan ke pihak kepolisian. Insiden pengeroyokan tersebut terjadi pada Minggu (5/4/2026) diduga dipicu kesalahpahaman antara satu keluarga dengan pihak penyelenggara acara.
Berdasarkan hasil wawancara awak media dengan salah satu saksi sekaligus korban pengeroyokan, Sena Anugera Nugraha, peristiwa bermula saat berlangsungnya pengajian menjelang akad nikah.
“Jadi awal mulanya itu pas kejadian di hari akad nikah, kita lagi ada pengajian sebelum akad nikah. Di luar pengajian tersebut, ada seseorang yang menggeber motor dengan knalpot bising hingga mengganggu jalannya tahlil dan maulid,” ujar Sena.
Menurut Sena, motor tersebut dinyalakan berulang kali dengan suara keras serta mengeluarkan asap yang mengganggu jamaah. Pihak panitia dan warga sempat menegur, namun teguran tersebut justru memicu ketegangan.
“Sudah sempat ditegur, bahkan oleh keamanan dan RT setempat. Awalnya sempat mereda setelah motor dimatikan,” katanya.
Namun situasi kembali memanas usai prosesi akad nikah selesai. Saat sesi foto berlangsung, Sena mendapat informasi bahwa keributan kembali terjadi di depan lokasi acara.
“Saya dibilangin jamaah, ‘Bang, di depan rame lagi.’ Pas saya ke depan, ternyata sudah ada adu argumen antara pihak tersebut dengan keamanan dari RW 14,” jelasnya.
Keributan pun tak terhindarkan. Sena mengaku sempat berniat melerai, namun justru menjadi sasaran kekerasan.
“Niatnya saya mau misahin, tapi malah saya yang kena. Tangan dia sudah mengarah ke muka saya, saya tangkis, lalu terjadi baku pukul,” ungkapnya.
Situasi semakin memburuk ketika salah satu pihak diduga mengambil stik baseball dari dalam rumah.
“Ada yang bawa stik baseball besi, lalu saya disabet. Saya mundur, tapi jatuh karena di belakang ada orang. Saat jatuh, saya diinjak dan dipukuli, termasuk di bagian kaki, bahkan keamanan RT juga sempat kena sasaran” kata Sena.
Ia menambahkan, kejadian tersebut disaksikan banyak orang, termasuk warga sekitar dan petugas keamanan yang berjaga dan hampir terkena sasaran.
“Banyak saksi, termasuk warga dan keamanan. Bahkan ada juga rekaman video,” ujarnya.
Meski jumlah massa dari pihak penyelenggara acara cukup banyak, Sena menyebut warga tidak berani mendekat karena pelaku membawa stik baseball.
“Bukan tidak mau nolong, tapi karena dia bawa alat. Di video juga kelihatan, saat dia angkat stik, yang mau mendekat langsung mundur,” jelasnya.
Diketahui, acara tersebut telah mengantongi izin dari pihak RT setempat. Sena juga menyebut bahwa pihak keluarga mempelai telah melakukan pemberitahuan kepada lingkungan sekitar, termasuk kepada pihak yang terlibat dalam keributan. Namun diduga terjadi miskomunikasi di internal keluarga warga tersebut.
“Informasinya sudah izin, tapi ada miskomunikasi antara anak dan orang tuanya,” tambahnya.
Usai kejadian, kedua belah pihak dipisahkan oleh warga dan situasi berhasil dikendalikan. Namun kasus ini kemudian berlanjut ke ranah hukum dan dilaporkan ke kepolisian.
Sementara itu, awak media juga berupaya mengonfirmasi pihak keluarga yang terlibat dalam keributan guna mendapatkan keterangan berimbang. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Wartawan sempat dikecoh dengan diarahkan ke pos RW dengan alasan pihak terkait berada di sana. Pihak yang berada di Kantor RW 14 Pisangan Baru menyatan tidak ada warga yang datang terkait pembahasan masalah tersebut.
Kasus ini kini menjadi perhatian warga setempat, mengingat insiden terjadi di tengah acara sakral yang seharusnya berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Pihak kepolisian menjelaskan sedang mendalami kasus tersebut dan masih dalam proses lidik.
