BeritaKabupaten BintanKuliner

Ketua TP PKK Bintan Buka Cooking Class dan Manajemen Food Cost

33
Ketua TP PKK Bintan, Hafizha Rahmadhani serius mengikuti cooking demonstration cara pengolahan serta pembuatan flosroll abon ikan dan pizza lakse
Ketua TP PKK Bintan, Hafizha Rahmadhani serius mengikuti cooking demonstration cara pengolahan serta pembuatan flosroll abon ikan dan pizza lakse. (f/pemkab)

Mjnews.id – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bintan, Hafizha Rahmadhani bersama seluruh Pengurus PKK Bintan terlihat begitu serius ketika mengikuti cooking demonstration cara pengolahan serta pembuatan flosroll abon ikan dan pizza lakse.

Momentum tersebut usai Hafizha secara resmi membuka kegiatan Cooking Class dan Manajemen Food Cost yang mengangkat tema ‘Mengolah Peluang: Inovasi Kuliner Khas Bintan’ di Politeknik Bintan Cakrawala (PBC), Kawasan Wisata Lagoi, Rabu (21/10/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam sambutannya, Hafizha menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan memasak biasa, melainkan wadah untuk mengasah keterampilan menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomi bagi kesejahteraan keluarga.

“Perempuan, khususnya ibu-ibu PKK, memiliki peran penting dalam membangun ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Dari rumah, kita dapat menciptakan berbagai peluang yang dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga melalui usaha kuliner,” ujar Hafizha.

Lebih lanjut, Ketua TP PKK Bintan menguraikan bahwa Kabupaten Bintan kaya akan bahan pangan dan kuliner lokal. Melalui pelatihan ini, para peserta diajak mengolah bahan lokal menjadi produk kuliner yang kreatif dan menarik minat pasar, seperti Pizza Lakse, Flosroll Abon Ikan Selikur/Tongkol, Taco Daun Kelor da Sate Lilit Nangka.

Selain inovasi resep, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai manajemen food coat (biaya memasak). Menurut Hafizha, pemahaman mengenai perhitungan biaya produksi, penetapan harga jual, dan pengendalian biaya sangat penting agar usaha kuliner yang dijalankan dapat menghasilkan keuntungan.

“Jangan sampai kita sudah capek memasak, produknya enak dan kemasannya menarik, tetapi ketika dijual ternyata tidak ada keuntungannya. Saya berharap ibu-ibu membawa pulang resep sekaligus pengetahuan tentang cara mengelola usaha kuliner,” tegasnya.

Di akhir sambutan, ia mengajak seluruh anggota PKK untuk memulai usaha dari skala kecil menggunakan bahan-bahan di sekitar.

“Mari kita jadikan PKK sebagai ruang bagi perempuan untuk belajar, berkarya, berinovasi, dan mandiri secara ekonomi,” pungkasnya.

(*/isb)

Exit mobile version