“Karena itu kita menuntut Amerika Serikat berhenti mensuplai senjata Israel,” tegas Furqan.
Tidak berhenti di Palestina, arogansi Israel berlanjut dengan menyerang ibu kota Iran, Tehran (13/6).
“Serangan sepihak ini merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional,” jelas Furqan.
Sejumlah petinggi militer dan ilmuwan Iran dilaporkan gugur. Di antaranya Panglima Garda Revolusi Iran (IRGC), Hossein Salami dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mayor Jenderal Mohammad Bagheri.
Iran menganggap serangan Israel tersebut sebagai deklarasi petang. Iran kemudian membalas dengan mengirimkan rudal-rudal balistik yang menghujani Ibukota Israel Tel Aviv. Di antara yang disasar rudal Iran dan mengalami kerusakan signifikan adalah markas besar milter Israel. Komplek pentagon milik zionis tersebut rusak parah.
(*/eki)
