Furqan menegaskan bahwa Israel merupakan benteng terakhir kolonialisme/imperialisme, dan Palestina adalah garis depan anti-kolonialisme/imperialisme.
“Palestina adalah satu-satunya bangsa yang hadir pada Konferensi Asia Afrika 1955 yang sampai sekarang belum merdeka. Oleh karena itu, mendukung kemerdekaan Palestina adalah tugas sejarah yang harus kita tunaikan. Kemerdekaan Palestina adalah utang sejarah kita semua.” tegasnya.
Selain di Majene, FPN juga aktif menggelar aksi serupa di berbagai kota di seluruh Indonesia, seperti Bandung, Bogor, Surabaya, Pekanbaru, Palembang, Kendari, Tarakan, Medan, dan Jakarta.
Di Jakarta, pada 20 Juni lalu, ratusan massa FPN bahkan menggeruduk Kedutaan Besar Amerika Serikat, menuntut penghentian genosida di Palestina dan memaksa AS untuk berhenti mempersenjatai Israel, yang dituding menyumbang 80% senjata untuk genosida di Palestina.
(*/eki)
