Opini

Menjaga Citra Islam di Era Digital melalui Etika Komunikasi

111
Tomi Hendra

Seorang Dai yang memahami hal ini akan menjaga tutur kata dan isi dakwahnya agar sesuai dengan prinsip kemaslahatan umat. Dakwah yang bijaksana dan tidak terjebak dalam kontroversi adalah dakwah yang mampu membawa kedamaian bagi semua pihak.

Melalui dakwah yang beretika, Islam akan lebih mudah diterima di berbagai kalangan, baik mereka yang sudah memahami ajaran Islam maupun yang belum.

ADVERTISEMENT

Islam yang disampaikan dengan cara yang bijak, santun, dan penuh kasih sayang akan lebih mudah dipahami sebagai ajaran rahmatan lil ‘alamin, memberikan rahmat kepada semesta.

Dalam era digital khususnya dalam bermedia sosial, dakwah harus mampu dibangun dengan citra yang positif, baik dari segi konten maupun dari aspek Dai yang dihadirkan. Jangan sampai orang-orang yang tidak memahami etika berkomunikasi justru merusak citra Islam itu sendiri.

Maka dari itu seharusnya dakwah dalam era digital ini menjunjung tinggi nilai etika berkomunikasi yang menyejukkan dan mengedepankan makna toleransi, oleh sebab itu sudah seharusnya seorang Dai atau manusia secara umumnya memahami akan pentingnya arti sebuah etika komunikasi.

Dalam kontek ini tidak hanya pesan bisa tersampaikan dengan baik, tetapi juga mampu terciptanya kedamaian.

Penulis, Dosen Komunikasi UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Sumatera Barat

(*)

 

 

 

Exit mobile version