Lubuk Ulang Aling adalah tiga nagari yang terletak di Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Ketiga nagari yang letaknya persis di sepanjang pinggiran Sungai Batang Hari ini, terdiri dari Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan yang berada pada arah paling ke hulu Sungai Batang Hari, Lubuk Ulang Aling Tengah berada di hilir Lubuk Ulang Aling Selatan, sedangkan Lubuk Ulang Aling Induk berada di bawah Lubuk Ulang Aling Tengah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Dharmasraya.
Oleh: Bustami Narda
Mjnews.id – Ketiga nagari yang berpenduduk sekitar 9.000 jiwa ini memang sangat terkenal memiliki kekayaan alam melimpah. Airnya memiliki banyak emas, ikan dan kekayaan alam lainnya. Daratannya kaya dengan hasil hutan seperti kayu, rotan, manau, sarang burung walet dan lain sebagainya.
Namun sayangnya selama ini rakyat setempat seakan seperti ayam mati kelaparan di lumbung padi, itik mati kehausan di dalam air. Kurang dapat perhatian dari Pemerintahan Kabupaten Solok Selatan.
Kekayaan alamnya yang melimpah itu hanya dinikmati oleh orang luar Lubuk Ulang Aling. Mereka hanya sebagai penonton.
Inilah jawaban dari pertanyaan, mengapa masyarakat Lubuk Ulang Aling ingin pindah ke Kabupaten Dharmasraya?
Setelah sekian lama sejak Indonesia merdeka berada di Kabupaten Solok Selatan, sejak Kabupaten Solok Selatan masih berada dalam Kabupaten Solok, nasib masyarakat Lubuk Ulang Aling tak ada perubahannya.
Alih-alih tiga nagari ini semakin maju, rakyatnya semakin sejahtera, malah semakin terisolir dan rakyatnya semakin susah.
Sebagaimana diketahui, salah satu penentu kemajuan suatu kelompok masyarakat, baik nagari (desa), Kecamatan, kabupaten dan seterusnya, tak lain adalah jalur transportasi berupa jalan. Demikian juga dengan Lubuk Ulang Aling.
Penyebab ketertinggalan Lubuk Ulang Aling selama ini karena jalur transportasi berupa jalan yang belum lagi dibangun oleh pemerintah ke sini. Kendatipun ada jalan tanah, namun jalan itu benar-benar memprihatinkan kondisinya. Jauh lebih parah dibandingkan kubangan kerbau. Sulit sekali dilalui kendaraan roda dua apa lagi roda empat. Karenanya, masyarakat Lubuk Ulang Aling bepergian kian kemari masih mengandalkan kendaraan air berupa tempek.
Ada satu ruas jalan sepanjang 4 km yang menghubungkan Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan dengan Nagari Sitapus, langsung menuju Ibu Kabupaten Solok Selatan, di Padang Aro. Namun yang amat disayangkan, semenjak jalan ini dibuka semasa Gamawan Fauzi jadi Bupati Solok (Solok Selatan belum lagi dimekarkan, masih dalam Kabupaten Solok) sekitar tahun ’90-an, sampai sekarang belum lagi terbuka pikiran Bupati Solok Selatan sejak Bupati pertamanya Syafrizal sampai sekarang Bupatinya Khairunas untuk mengaspal jalan ini. Sungguh memprihatinkan.
Semasa Kabupaten Solok Selatan dipimpin Bupati pertama Syafrizal dan Wakil Bupatinya Nurfirmanwansyah, ada pembukaan jalan dari Nagari Dusun Tangah, Kabupaten Solok Selatan menuju Pulau Punjung Kabupaten Dharmas Raya melewati Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan, Lubuk Ulang Aling Tengah dan Lubuk Ulang Aling Induk. Tetapi jalan tanah itu tetap saja jalan tanah berlumpur dalam bagaikan kubangan kerbau sampai sekarang, walaupun Pemimpin Kab. Solok Selatan telah silih berganti, dari Bupati Muzni Zakaria-Abdurrahman dan Bupati Khairunas-Yulian Efi.
Waktu Solok Selatan dipimpin Bupati Muzni Zakaria-Abdurrahman, ada dibangunnnya jembatan permanen melintasi Batang Sangir yang menghubungkan Nagari Sitapus dengan Nagari Lubuk Selatan. Namun selama Solok Selatan dipimpin Khairunas-Yulian Efi telah memasuki periode kedua saat ini, belum ada sejengkal pun pembangunan jalan baru atau pengaspalan jalan yang sudah ada dilakukannya di Lubuk Ulang Aling.
