Opini

Dilema Sineas Tanah Air: Antara Kreativitas dan Tuntutan Industri Film

31
Ilustrasi shooting film
Ilustrasi. (f/ist)

Dalam jurnal yang diterbikan Oliver Debande (2018), investor swasta sebenarnya memandang film sebagai investasi berisiko tinggi, high risk low return, menjadi sebab mereka memprioritaskan investasi pada film dengan genre komersial. Kecenderungan ini mendorong hasil karya film yang homogen sebab terkesan memaksa pelaku industri mengikuti standarisasi tertentu agar laku di pasaran.

Sebenarnya hal ini layak dikritik tajam tentang bagaimana investor swasta di industri film mengkolonisasi kreativitas sineas, tapi di sisi lain pendanaan dari swasta membantu pelaku film untuk mengisi kesenjangan finansial dalam prosesnya. Tanpa support finansial karya seni tersebut berpotensi hanya menjadi timbunan skenario yang tak pernah direalisasikan.

ADVERTISEMENT

Ketika kita membahas pola konsumsi publik saat ini, sistem Over-The-Top (OTT) di Indonesia menjadi hal yang mencolok. Kehadiran berbagai platform yang dapat menampung semua film atau serial lalu dapat diakses kapan saja dan dimana saja oleh publik menjadi perhatian besar bagi pelaku industri film. Bagi publik, kehadiran sistem OTT di industri perfilman membuka kesadaran penonton untuk dapat memilih sendiri referensi film terbaik yang akan mereka tonton.

Kini persaingan di industri film bukan lagi sekedar tentang siapa yang memiliki dana promosi terbesar, pemilik kualitas gambar terbaik, atau keberhasilan menggaet investor, melainkan siapa yang paling memahami preferensi budaya konsumsi publik di Indonesia. Sebab kini khalayak Indonesia sudah memasuki era dimana kontrol sepenuhnya ada di genggaman mereka, terutama oleh kalangan muda.

Tulisan ini mengundang kita semua untuk sadar dan merefleksikan masa depan perfilman Indonesia di tengah arus globalisasi masa kini, baik sebagai pelaku sineas itu sendiri atau sebagai publik yang menikmati film sebagai sebuah karya seni.

Referensi:
  • PRAKOSA, G., (Ed.), W, U. (2004). Film dan kekuasaan . Jakarta: yayasan seni visual Indonesia.
  • Debande, O. (2018). Film finance: The role of private investors in the European film market. In Handbook of State Aid for Film: Finance, Industries and Regulation (pp. 51-66). Cham: Springer International Publishing.

(*)

Penulis, Mahasiswa Media TV Film, Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Andalas (Unand) Padang

Exit mobile version