Dunia itu fana dan akhirat itu nyata (ada yang menyebut akhirat itu baqa), Untuk itu orang yang beriman dituntut untuk berhati-hati. Dunia bagaikan fatamorgana. Ia adalah kehidupan yang tidak abadi, kesenangan yang menipu, dan keindahan yang semu. Namun, sangat disayangkan masih saja banyak orang yang tertipu. Apakah mereka ini tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu akan hakikat dunia yang sebenarnya…
Oleh: Dr H Helmi
Mjnews.id – Dunia ini fana, dan kenikmatan di dalamnya juga sementara. Dunia ini hanyalah permainan yang melalaikan dan kenikmatan yang menipu. Bahkan dunia ini pun terlaknat, beserta apa yang ada di dalamnya, kecuali bagi orang yang berdzikir kepada Allah SWT:
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid: 20)
Inilah dunia yang banyak membuat orang teperdaya. Ketahuilah, kebahagiaan di dunia ini tak akan tercapai kecuali dengan menjadikannya jalan menuju akhirat. Di sanalah kenikmatan yang abadi berada. Sesuatu yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas di hati manusia…
Beginilah hakikat dunia, Jangan sampai ia menipumu. Kita dihadirkan ke dunia ini atas kehendak dari sang Pencipta. Kita pun kelak akan berpulang atas kehendak-Nya. Berapa banyak orang yang sudah berpulang mendahului kita dan berapa banyak orang yang akan datang menggantikan kita…
Perumpamaannya seperti sebuah ombak di lautan yang datang silih berganti. Satu ombak hilang ditelan pantai, datang berikutnya susul-menyusul. Begitu pula dunia ini, hilang satu- tumbuh seribu. Jika saatnya nanti tiba, semua akan binasa…
Al-Qur`an sebagai petunjuk sudah diwahyukan, Rasul sebagai rule model sudah diutus Allah Swt, halal dan haram sudah dijelaskan, dan jalan yang menuju ke surga maupun ke neraka juga sudah ditunjukkan. Bahkan kita pun sudah dibekali dengan akal pikiran. Allah Swt berfirman:
إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا
“Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” (QS. Al-Insan: 3)
وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ
“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (jalan kebajikan dan jalan kejahatan).” (QS. Al-Balad: 10)
Dunia ini hanya akan tampak menakjubkan di mata orang yang tidak mengetahuinya, layaknya orang memimpikan sesuatu yang menyenangkan. Apa yang ia lihat hanyalah khayalan, bukan kenyataan. Oleh karenanya, jangan sampai tertipu. Bukankah dunia sering merusak impian para pengejarnya?
Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa qana’ah terhadap kehidupan dunia yang fana dan beramal terbaik sebagai bekal kehidupan akhirat yang nyata untuk meraih ridha-Nya…
Aamiin Ya Rabb.
Wallahua’lam bishawab
(*)
