Sementara itu, Puan memberikan apresiasi atas pola pendidikan yang diterapkan di Ponpes Mahasina. Untuk diketahui, Ponpes Mahasina Darul Qur’an wal Hadits mengusung konsep ‘Pendidikan Terintregasi Kader Ulama, Pemimpin Bertakhlak Qur’ani dan Berwawasan Kebangsaan’.
“Saya gembira ada pendidikan karakter dan kebangsaan di Pesantren Mahasina. Tidak ada diskriminasi juga saya sangat senang. Kita akan ikut bantu agar pesantren ini makin berkembang,” ucap Puan.
Kehadiran Puan sendiri disambut hangat santriwan/santriwati. Mereka menyenandungkan salawat Yaa Lal Wathan saat Puan tiba di kompleks Ponpes Mahasina.
Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu pun sempat berdialog dengan para santri. Puan juga meminta santriwan/santriwati giat belajar dan terus semangat agar mimpi-mimpinya tercapai, termasuk untuk bisa mendapat beasiswa pendidikan tinggi di Mesir.
“Santri-santri juga dapat menunjukkan kecintaannya kepada Indonesia dengan menjadi putra putri terbaik bangsa, dengan rajin belajar dan selalu menjadi yang terbaik dalam berbagai bidang untuk membangun Indonesia,” imbuh mantan Menko PMK itu.
Khusus untuk para santriwati Ponpes Mahasina, Puan berpesan untuk senantiasa percaya diri akan kemampuannya. Ia menyinggung bagaimana Indonesia punya banyak perempuan hebat, bahkan memiliki Presiden dan Ketua DPR perempuan.
“Jadi perempuan itu bisa. Perempuan itu jangan tidak pede. Harus perjuangkan nasib sendiri. Harus punya keteguhan bahwa kita bisa. Siapa tahu nanti kamu gantikan jadi Ketua DPR seperti saya,” tegas Puan.
Puan hadir mengunjungi Ponpes Mahasina bersama sejumlah anggota DPR RI yakni Ketua Komisi IV DPR Sudin, Ketua Komisi V DPR Lasarus, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Diah Pitaloka, Anggota Komisi IV DPR Riezky Aprilia, dan Anggota Komisi VI DPR dr. H. Mufti Aimah Nurul Anam. Pelaksana tugas Wali Kota Bekasi Tri Adhianto juga ikut mendampingi.
(Eki)
