Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Diah Pitaloka mengatakan, ia bersama 14 anggota Komisi VIII DPR RI, pihaknya berkunjung untuk melihat pelaksanaan program-program Kemensos RI di Kota Bogor. Mengingat, Kota Bogor merupakan salah satu kota yang kepadatan penduduknya tinggi dengan berbagai problematika sosialnya.
“Kami menyalurkan berbagai bantuan permodalan untuk disabilitas, sembako untuk warga miskin dan anak-anak Cerebral Palsy yang diberikan kursi roda khusus dirangkai untuk anak Cerebral Palsy,” ucapnya.
DPR sepakat dengan Pemkot perlu memperkuat penyesuaian Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Mulai dari mereview proses input DTKS, proses penyaringan, pemilihan DTKS sampai menjadi data kemiskinan yang validitasnya digunakan untuk referensi atau patokan bantuan dana-dana sosial di daerah.
“Termasuk juga bagaimana sinkronisasi antara data sosial dengan data PBI kesehatan yang mana ini akan menjadi salah satu bahan diskusi kita di rapat khusus bersama Kemensos,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejauh ini penyaluran bantuan sosial di Kota Bogor sudah berjalan baik. Namun, masih ada penerima bantuan yang sudah memiliki kartu, namun pada bulan berikutnya tidak lagi menerima bantuan.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, Kota Bogor mengalami kenaikan jumla penduduk yang menderita kemiskinan ekstrem selama 2021 hingga 2022, yaitu naik dari 13,59 ribu jiwa menjadi 14,45 ribu jiwa. Peningkatan angka kemiskinan ekstrem inilah yang menggugah Kemensos untuk menyalurkan Bansos ke kota hujan tersebut.
Berbagai upaya ditempuh Kementerian Sosial dalam upaya untuk menyelesaikan permasalahan kemiskinan ini. Unit-unit kerja di bawah Kementerian Sosial, yaitu Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, serta Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial bersinergi dalam upaya pemberantasan kemiskinan.
Hadir dalam kesempatan sama Wali Kota Bogor Bima Arya, Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Bogor Tini Sri Agustini, Kepala Sentra Terpadu Inten Soeweno M. O. Royani, dan Kepala Sentra Galih Pakuan Rinto Indratmoko.
(rel)
