BeritaKota TanjungpinangPendidikan

HIMIP STISIPOL Raja Haji Gelar Lomba Poster Pemerintahan untuk Siswa SLTA Tanjungpinang

400
HIMIP STISIPOL Raja Haji Gelar Lomba Poster Pemerintahan untuk Siswa SLTA Tanjungpinang
HIMIP STISIPOL Raja Haji Gelar Lomba Poster Pemerintahan untuk Siswa SLTA Tanjungpinang. (f/ist)

Mjnews.id – Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMIP) STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang sukses menggelar Lomba Poster Pemerintahan secara daring dengan tema “Suara Digital, Aspirasi untuk Pemerintah.”

Kegiatan ini menjadi ruang partisipatif dan kreatif bagi pelajar SMA/SMK sederajat se-Kota Tanjungpinang untuk menyuarakan gagasan dan harapan mereka terhadap pemerintahan melalui karya poster digital.

ADVERTISEMENT

Lomba yang berlangsung dari 14 hingga 25 Juni 2025 ini diikuti dengan antusias oleh puluhan peserta. Mereka menuangkan ide-ide tentang transparansi, partisipasi publik, akuntabilitas, dan inovasi pemerintahan dalam bentuk poster digital yang diunggah melalui Instagram pribadi serta dikolaborasikan dengan akun resmi HIMIP @himip_stisipolrh_tanjungpinang.

Sebanyak 10 besar finalis hadir langsung ke kampus STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang untuk mengikuti acara pengumuman juara, pembagian sertifikat, dan penyerahan hadiah pada Rabu, 25 Juni 2025.

Hadiah diserahkan langsung oleh Rendra Setydiharja, S.Sos., M.IP, selaku Ketua Bidang Administrasi Umum dan Keuangan STISIPOL Raja Haji.

Turut hadir memberikan apresiasi dan semangat kepada para peserta, Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Junriana, S.Sos., M.PM, serta Ketua Program Studi Administrasi Publik, Billy Jenawi, S.Sos., M.Si.

Setelah penyerahan hadiah dan sesi foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Okta Alamsyah yang membawakan pelatihan singkat tentang penggunaan aplikasi Canva.

Sesi ini memberikan wawasan teknis sekaligus motivasi kepada para pelajar untuk terus berkarya dan meningkatkan kemampuan mereka dalam membuat poster digital secara mandiri di era digital.

Ketua Bidang Kominfo HIMIP, selaku penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa lomba ini merupakan bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan pelajar dalam membangun kesadaran terhadap pentingnya aspirasi publik.

“Melalui media digital, kami ingin mendorong siswa-siswi untuk menyampaikan pendapat dengan cara yang kreatif, kritis, namun tetap membangun. Ini bagian dari proses pendidikan politik sejak dini,” ungkapnya.

Para peserta tidak hanya mendapatkan penghargaan simbolis, tetapi juga pengalaman dan pembelajaran yang bermakna. Lomba ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan yang memperkuat literasi digital, semangat demokrasi, dan partisipasi aktif generasi muda terhadap tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

(*/isb)

Exit mobile version