Projo Sumatera Barat, juga mendeklarasikan dukungan terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang. Kesepakatan itu diambil usai dalam Konferensi Daerah (Konferda) ProJo Sumbar.
“DPD bersama DPC melakukan simulasi dengan membahas tokoh-tokoh yang cocok. Dari nama-nama tersebut, kita membutuhkan pemimpin yang berani dan tegas di dunia internasional maupun luar negeri. Karena itu, setelah Konferda tadi, semua sepakat untuk mendukung dan merekomendasikan nama Bapak Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2024,” kata Muhammad Husni Nahar kepada wartawan, Selasa (4/7/2023) malam.
Bendahara Umum sekaligus Ketua Bapilpres Projo, Panel Barus sebelumnya juga mengklaim bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi cenderung mendukung Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden (capres) 2024.
Menurut Panel Barus, hal tersebut setidaknya melihat konstelasi politik terutama setelah Indonesia gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. “Kalau saya melihatnya pasca U-20 (gagal di Indonesia) itu terjadi perubahan yang lumayan besar,” kata Panel, Jumat (21/7/2023).
Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komaruddin mengatakan Prabowo Subianto merupakan sosok Capres yang matang dan juga berpengalaman. Wajar kata Dia, jika sebagian Projo mulai mendukung Prabowo.
“Saya melihatnya bahwa kiblat Projo di daerah adalah DPP atau Projo Pusat. Dan saya melihat, arah dukungan DPP Projo sepertinya lebih condong ke Prabowo,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (23/7/2023).
Dukungan Projo se Pulau Jawa ke Ganjar Pranowo kata Ujang, tidak akan berarti ketika DPP Projo sudah memutuskan dukungan ke Prabowo. “Jika melihat sosok ketua umumnya yang sekarang menjabat Menteri Kominfo, sepertinya lebih berat ke Prabowo, mungkin nasib Projo akan lebih menjanjikan ketika menudukung Prabowo ketimbang Ganjar,” tukasnya.
Namun demikian kata Ujang, dalam dunia politik apapun bisa terjadi. Projo sebagai militan relawan Joko Widodo, bisa jadi masih menunggu arahan Presiden ataupun memang sengaja main dua kaki. “Semuanya bisa terjadi termasuk main dua kaki. Namun saya meyakini, keputusan mayoritas di Projo akan mengarah ke Prabowo,” pungkasnya.
(***)
