Kota BukittinggiReligi

Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Bukittinggi Gelar Malam Kebersamaan

493
Malam Kebersamaan
Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Bukittinggi Gelar Malam Kebersamaan. (f/humas)

Dengan tegas H. Eri Iswandi mengatakan, di kota Bukittinggi kerukunan sudah tercipta sejak jaman kemerdekaan, di mana terdapat beberapa lintas agama yang heterogen. Kerukunan tersebut bisa dirasakan hingga saat ini, belum ada terjadi perselisihan antar agama.

“Terima kasih kepada pemuka agama yang ada di Bukittinggi, atas saling mengerti, saling menjaga, saling merawat kebersamaan yang ada selama ini, ” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Walikota H. Erman Syafar dalam sambutannya menyampaikan, ada beberapa masalah dihadapi saat ini. Masalah tersebut yang paling tampak dan jelas adalah masalah LGBT dimana Sumatera Barat saat ini rangking ke lima di Indonesia.

“Dalam hal ini perilaku biseksual, bagi pemerintah kota sangat sulit untuk dijangkau sampai ke akarnya. Maka kami mohon kepada pemuka lintas agama, untuk dapat bekerjasama dengan pemerintah kota serta dapat memberikan perhatian penuh, dengan segera memberantas penyakit HIV ini sedini mungkin. Himbauan ini disampaikan dari mulai lingkungan, sekolah, perkantoran, Polri, TNI,” harap Erman Syafar.

Kemudian Erman Syafar mohon gerakan bersama dan tetap waspada, agar kehadiran LGBT ini bisa kita kurangi ruang geraknya.

“Keadilan sosial, dalam internal masing-masing lintas agama mohon dijaga dan diperhatikan, karena ada 41.000 yang perlu diperhatikan kesejahteraannya. Sementara yang bisa kita bantu adalah kain, pakaian, pangan bagi yang terkena musibah. Melalui forum ini, pemerintah kota bersama pemimpin lintas agama terkait dapat berkalaborasi dalam menghadapi berbagai permasalahan yang ada,” tuturnya.

Kemudian masalah politik indentitas, tambahnya, kami berharap pemuka lintas agama tidak terpancing agar tujuan untuk menjaga keutuhan dan kebersamaan yang sudah terbina dengan baik tidak terganggu.

(Syafrial)

Exit mobile version