BeritaKabupaten Dharmasraya

Annisa-Leli Membuktikan Kepemimpinan Bukan Soal Gender, Tapi Keberanian di Tahun Sulit

842
Satu Tahun Kepemimpinan Annisa-Leli di Kabupaten Dharmasraya
Satu Tahun Kepemimpinan Annisa-Leli di Kabupaten Dharmasraya. (f/pemkab)

Di ranah sosial dan keagamaan, pembinaan generasi muda diperkuat. Dukungan terhadap kegiatan keagamaan terus diberikan. Nilai adat Minangkabau kembali ditegaskan sebagai identitas bersama. Karena membangun daerah bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang jiwa kolektif.

Tentu, setahun bukan waktu yang cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan. Kritik tetap ada. Kekurangan masih terasa. Namun dalam kepemimpinan, yang paling penting bukanlah kesempurnaan, melainkan arah.

ADVERTISEMENT

Annisa dan Leli memulai kepemimpinan mereka dalam tahun yang sulit. Mereka berdiri di tengah ekspektasi tinggi dan sumber daya terbatas. Mereka diuji bukan hanya oleh angka-angka anggaran, tetapi oleh persepsi sosial tentang perempuan dalam kekuasaan.

Pemimpin tidak mengenal jenis kelamin

Dan mungkin di situlah letak makna terdalamnya. Bahwa seorang perempuan di pucuk pemerintahan bukan sekadar simbol kesetaraan, tetapi penegasan bahwa keteguhan tidak mengenal jenis kelamin. Bahwa kesabaran, ketelitian, dan keberanian mengambil keputusan bisa berjalan beriringan.

Namun satu hal yang perlu diingat, pembangunan bukanlah karya satu atau dua orang. Ia adalah hasil gotong royong. Dukungan ninik mamak, tokoh masyarakat, alim ulama, cadiak pandai, dan seluruh elemen masyarakat menjadi fondasi yang tak terlihat namun menentukan.

Setahun pertama telah dilalui. Jalan masih panjang. Tantangan belum reda. Tetapi harapan telah ditanam.

Di tanah yang pernah meragukan, kini mulai tumbuh keyakinan. Dan mungkin, sejarah Dharmasraya kelak akan mencatat bahwa di tahun yang sulit itu, dua perempuan memilih untuk tidak menyerah melainkan menyulam harapan, helai demi helai, untuk masa depan yang lebih terang.

(*)

Exit mobile version