Meningkatkan produksi pertanian
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengatakan, bantuan tersebut harus menjadi momentum untuk meningkatkan produksi pertanian sekaligus menangkap peluang ekonomi dari keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, keberadaan MBG harus dimanfaatkan petani dan peternak lokal untuk memasok berbagai kebutuhan bahan baku, seperti telur, ikan, ayam, dan daging. Dengan demikian, kebutuhan program tersebut dapat dipenuhi melalui produksi masyarakat Dharmasraya sendiri.
Ia menjelaskan, kebutuhan jagung untuk pakan ternak masih banyak didatangkan dari luar daerah. Padahal, jagung merupakan salah satu bahan baku penting dalam mendukung usaha peternakan, khususnya peternakan ayam yang menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan MBG.
Bupati memperkirakan perputaran anggaran program MBG di Dharmasraya mencapai Rp1 miliar per hari. Karena itu, ia berharap nilai ekonomi tersebut tidak justru mengalir keluar daerah, melainkan dapat berputar di Dharmasraya melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal.
“Anggaran MBG yang diperkirakan mencapai Rp1 miliar per hari ini harus bisa berputar di Dharmasraya. Kita harus mempersiapkan petani dan peternak agar mampu menjadi pemasok kebutuhan program tersebut,” tegasnya.
Terkait pengembangan jagung, Annisa menyebutkan bahwa lahan seluas 820 hektare yang mendapatkan dukungan benih tersebut ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 5.700 ton jagung pada masa panen.
Untuk memberikan kepastian pasar bagi petani, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga mempersiapkan skema penyerapan hasil panen dengan harga minimal Rp8.000 per kilogram. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian harga sekaligus meningkatkan semangat petani dalam mengembangkan komoditas jagung.
Ketua Kelompok Tani Rawang Puri, Rusdi, menyampaikan terima kasih atas bantuan traktor roda empat yang diberikan kepada kelompoknya. Ia berharap bantuan tersebut dapat mempermudah pengolahan lahan dan meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian.
Melalui dukungan Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, bantuan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan membangun ekosistem ekonomi lokal yang saling terhubung antara petani, peternak, serta kebutuhan pangan masyarakat. (*)
