BeritaKabupaten Solok

Calon Bupati Solok Emiko Siap Bangkitkan Potensi Perempuan Tanpa Menghilangkan Kodratnya

890
Emiko dan Irwan Afriadi
Emiko dan Irwan Afriadi. (f/ist)

“Dinasti itu ditunjuk, didapat secara turun temurun, dan merupakan sebuah gelar yang tidak bisa dipangku oleh orang lain, seperti gelar adat dan gelar raja. Sementara untuk sebuah jabatan Politik, itu dipilih,” katanya.

“Seorang pemimpin perempuan itu bukan saja terjadi pada zaman sekarang, jauh sebelumnya di Minangkabau sudah ada pemimpin dari kalangan perempuan, kita di minang pernah dipimpin oleh Bundo Kanduang,” terang Yulfadri.

ADVERTISEMENT

“History Bundo Kanduang ini legendaris. Bundo Kanduang itu sosok yang terhormat di Minangkabau, yang punya hak di rumah gadang. Itulah keagungan seorang Bundo Kanduang,” katanya.

Bukan di minang saja, Aceh juga pernah dipimpin oleh perempuan. Aceh itu daerah serambi mekah, tempat berkumpulnya para ulama, yang menjunjung tinggi syariat Islam. Hal yang sama juga pernah terjadi di daerah pulau jawa.

“Emiko ingin membangkitkan potensi perempuan, tanpa menghilangkan kodratnya sebagai perempuan,” sebut Yulfadri.

Hal senada juga diungkapkan oleh Gusrial Abas, mantan anggota DPRD Kabupaten Solok. Pernah berjaya di masanya, ia merupakan politisi dari Partai PAN Kabupaten Solok.

Disebutkannya, Emiko memiliki kharismatik yang tinggi. Cara bicara yang tertata, intonasinya penuh kelembutan, santun dan anggun. Emiko dekat dengan masyarakat, apalagi dengan lingkungan PKK Kabupaten Solok.

Sebagai istri seorang pejabat, ia tidak dominan menonjol, kalau tidak dipanggil, ia tidak akan pernah hadir mendampingi suaminya. Berbeda jauh dengan istri istri pejabat lainnya yang memanfaatkan kekuasaan dan jabatan suaminya

“Kalau suaminya bintang dua, istrinya adalah bintang tiga,” kelakar Gusrial Abas.

Sumber: Rekaman narasumber

(syafli)

Exit mobile version