Mjnews.id – Dalam rangka memperingati 100 Tahun Jam Gadang, Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Direktorat Jenderal (Ditjen) Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan gelar seminar Nasional yang bertemakan “Bukittinggi Kota Perjuangan : Menapaki Jejak PDRI sebagai Penyelamat Eksistensi Republik”. Kegiatan berlangsung di rumah dinas Walikota Bukittinggi, Kamis 18 Juni 2026.
Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Jasman Rizal, menyampaikan, peringatan 100 tahun jam gadang ini merupakan momentum yang luar biasa. Jam gadang bukan hanya sebagai bangunan petunjuk waktu, namun menjadi identitas, kebanggaan, dan simbol perjalanan sejarah kota Bukittinggi.
Bagi masyarakat Bukittinggi jam gadang menjadi penanda zaman, yang menjadi saksi bisu sebuah fase perjalanan hingga era pembangunan dan modernisasi yang dijalani saat ini.
“Peringatan 100 Tahun Jam Gadang bukan hanya memperingati bangunan bersejarah melainkan momentum untuk mengenang dan menghormati jejak panjang perjuangan bangsa Indonesia yang turut terpatri di Kota Bukittinggi. Bukittinggi bukanlah kota biasa, kota ini pernah menjadi salah satu pusat perjuangan nasional. Dalam perjalanan panjang mempertahankan kemerdekaan, Bukittinggi memiliki peran yang penting dan strategis. Ketika, agresi militer ke II tanggal 19 September 1948, dunia mengira Indonesia telah berakhir, namun pada saat kritis itulah lahir sebuah langkah besar yang menyelamatkan eksistensi negara yaitu berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara. Bukittinggi menjadi bukti bahwa Republik Indonesia tetap hidup dan memiliki pemerintahan yang sah. Serta, Bukittinggi layak disebut sebagai Kota Perjuangan,” jelasnya.
Sementara Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyampaikan bahwa seminar ini merupakan rangkaian dalam memperingati 100 Tahun Jam Gadang. Apresiasi kepada para narasumber yang mengisi seminar ini yang bertemakan Bukittinggi Kota Perjuanga
P peringatan 100 Tahun Jam Gadang bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk mengangkat kembali sejarah perjuangan bangsa yang tidak bisa dipisahkan dari Bukittinggi. Karena itu, Bukittinggi sangat layak menyandang predikat Kota Perjuangan, bahkan menjadi daerah yang memiliki khusus berdasarkan nilai sejarah yang dimilikinya.
“Berbagai fakta sejarah tentang peran Bukittinggi dalam perjalanan bangsa harus terus diwariskan kepada generasi muda. Melalui seminar nasional ini, kami berharap lahir kajian akademis dan rekomendasi yang semakin memperkuat identitas Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan serta menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk memberikan pengakuan yang lebih luas terhadap nilai sejarah dan kontribusi Bukittinggi bagi Republik Indonesia, termasuk pengakuan sebagai kota atau daerah istimewa,” ungkapnya.
Direktur Sejarah dan Permuseuman, Agus Mulyana, menyampaikan, apresiasi terhadap kegiatan seminar Nasional 100 tahun jam gadang. Dengan adanya Jam Gadang menunjukkan bahwa Bukittinggi merupakan bagian penting dari hadirnya sebuah kota di era kolonial maupun sebagai pusat PDRI saat masa revolusi kemerdekaan.
“Sejarah Bukittinggi dan Jam Gadang perlu diwariskan kepada generasi muda. Keberadaan Bukittinggi sebagai kota perjuangan harus terus diingat,” jelasnya.
(Aii)
