Mjnews.id – Tokoh perantau Minangkabau di Jakarta, Ben Ibratama Tanur yang juga wartawan senior dan pendiri Tan Malaka Institute mengajak seluruh calon Wali Kota Payakumbuh agar mengedepankan ide dan gagasan serta program dalam kontestasi Pilwako Payakumbuh 2025 – 2030.
“Rakyat kita sangat cerdas. Mereka akan memilih calon Walikota Payakumbuh yang punya ide dan gagasan serta program untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat Payakumbuh. Bukan calon yang hobinya tebar pesona di baliho dan media sosial. Tapi Walikota yang benar-benar memahami aspirasi masyarakat. Walikota yang bisa memajukan Kota Payakumbuh dan Walikota yang benar-benar tahu apa yang dibutuhkan masyarakat,” kata Ben Ibratama Tanur kepada wartawan melalui pesan singkat whatsappnya, Kamis 12 September 2024.
Menurut Ben Tanur, sebagai kota yang masih rendah pendapatannya seharusnya calon Walikota menyampaikan ide dan gagasan serta programnya.
“Ini loh yang mau saya bikin. Misalnya di bidang pendidikan, pariwisata, kuliner atau lapangan kerja. Apa sajalah asal gagasan dan program itu diterima rakyat. Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Pria kelahiran Kota Payakumbuh ini mengingatkan agar Pilwako dilaksanakan dalam suasana Bandusanak. Pilwako bersaudara. Namun yang terpenting adalah programnya. Mungkin semua calon punya program tapi program yang bagaimana dulu. Program yang secara logika bisa diwujudkan dalam lima tahun. Program yang menyentuh kepentingan masyarakat.
“Kita tahu Payakumbuh itu kota kecil. PAD-nya kecil. Sumber pemasukan paling kuliner. Sedangkan untuk membangun butuh uang. Nah, calon Walikota itu harus mampu membawa investor untuk membangun Kota. Misalnya investasi dalam bidang perhotelan, destinasi wisata dan kuliner dan lain-lain. Walikota harus gesit punya pengalaman dan jaringan luas di Jakarta,” sebut owner beberapa media online di bawah naungan Kabar Media Group itu.
Yang lebih strategis lagi, Walikota Payakumbuh ke depan harus ada kerjasama antara Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota. Karena Kota Payakumbuh ini dikelilingi oleh Kabupaten 50 Kota dengan wilayah jauh lebih luas Kabupaten 50 Kota sangat potensial sebagai sentra pertanian, peternakan, perikanan dan mungkin juga pertambangan.
“Akuilah Kabupaten 50 Kota itu jauh lebih kaya dari Kota Payakumbuh. Jauh lebih luas. Jauh lebih potensial. Cuma belum digarap dengan maksimal. Makanya diperlukan sinergitas antara Walikota Payakumbuh dan Bupati Kabupaten 50 Kota. Selama ini kan jalan masing-masing saja,” kata pendiri Tan Malaka Institute (Pusat Kajian Pemikiran dan Perjuangan Politik Pahlawan Nasional Tan Malaka).
Dijelaskan Ben Tanur, jauh lebih sulit mengurus Kota Payakumbuh dibanding Kabupaten 50 Kota. Wilayah kecil pendapatan daerah tak jelas pula. “Kalau gak dibantu Pemerintah Pusat bayar gaji ASN saja mungkin tidak mampu, ” ujar Ben Tanur.
“Tak mudah jadi Walikota Payakumbuh itu bos. Ini bukan ajang coba-coba. Lebih 100 ribu rakyat Payakumbuh butuh peningkatan kesejahteraan dan terbukanya lapangan kerja. Rakyat Payakumbuh butuh Walikota bisa menjadi pelayan mereka,” ucap Ben.
