BeritaKota Payakumbuh

Proyek Rehabilitasi Air Baku Batang Agam di Payakumbuh Mulai Retak, ini Penjelasan PPK BWS V

554
Lantai di atas dekat dinding besi Proyek Rehabilitasi Air Baku Batang Agam di Payakumbuh sudah mulai retak
Lantai di atas dekat dinding besi Proyek Rehabilitasi Air Baku Batang Agam di Payakumbuh sudah mulai retak. (f/ist)

Mjnews.id – Proyek rehabilitasi air baku Batang Agam di Kota Payakumbuh yang baru saja rampung, kini mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Berdasarkan hasil investigasi wartawan di lapangan, ditemukan adanya keretakan pada lantai beton di bagian pintu air utama.

Keretakan terlihat memanjang sekitar 1 hingga 1,5 meter dengan lebar bervariasi antara 1 hingga 3 milimeter. Beberapa bagian juga menunjukkan adanya keropos pada permukaan beton, yang mengindikasikan kemungkinan mutu campuran beton tidak sesuai standar atau ada proses pengerjaan yang tidak optimal saat pengecoran.

ADVERTISEMENT

Proyek yang didanai dari APBN ini dikerjakan selama 150 hari kalender, terhitung sejak 16 Juli 2024 hingga 16 Desember 2024. Pelaksanaannya dilakukan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, oleh SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Indragiri Akuaman WS Kampar – WS Rokan Hulu, Provinsi Sumatera Barat.

Dengan pagu anggaran sebesar Rp 5.100.000.000 dan nilai kontrak penawaran sebesar Rp 3.872.998.000, proyek ini dikerjakan oleh CV Arfan Nafisa Pratama, dengan pengawasan dari CV Centrina Engineering.

Menanggapi temuan tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BWS V, Harmedi Hasibuan, memberikan pernyataan singkat saat dihubungi wartawan.

“Saat ini proyek masih dalam masa pemeliharaan. Tolong jangan menggiring opini publik,” ujar Harmedi melalui pesan WhatsApp, baru-baru ini.

Sementara itu, pihak kontraktor pelaksana dari CV Arfan Nafisa Pratama juga memberikan tanggapan terkait temuan keretakan tersebut. Perwakilan perusahaan menyatakan akan segera meninjau ulang kondisi lapangan.

“Kami akan segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung dan memastikan langkah perbaikan yang diperlukan selama masa pemeliharaan ini. Kami juga akan mengevaluasi mutu struktur beton dan kualitas pelaksanaan di titik-titik yang dilaporkan mengalami kerusakan,” ujarnya saat dihubungi wartawan.

Sebelumnya diberitakan, Proyek Rehabilitasi Air Baku Batang Agam Kota Payakumbuh disorot dan minimnya pengawasan, sehingga masa kontrak kerja dari proyek sudah lewat ambang batas, serta terindikasi diduga kuat pasok material ilegal jenis batu, yang belum mempunyai izin galian C.

Proyek miliaran yang bersumber dari APBN itu, dengan kerja 150 hari kalender mulai dari 16 Juli 2024 sampai 16 Desember 2024 yang melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat SNVT Pelaksanaan Jaringan Femantaan Air Indra Giri Akuaman WS Kampar WS Rokan Hulu Provinsi Sumbar dengan Pagu Rp 5.100.000,00 dan harga penawaran 3.872.998.000 yang dikerjakan oleh CV Arfan Nafisa Pratama dan konsultan Pengawas CV. Centrina Engieenering.

Exit mobile version