Keluarga, menurutnya, adalah benteng pertama dalam membentuk karakter generasi Qur’ani yang kokoh.
“Jadikan rumah sebagai madrasah pertama. Ajarkan anak-anak kita untuk mengamalkan ajaran Alquran dan sekaligus membimbing mereka agar memanfaatkan teknologi untuk kebaikan, seperti belajar, berkreasi, dan berkarya,” ujarnya.
Selain itu, Zulmaeta juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan karakter di Payakumbuh.
Menurutnya, memperkuat fondasi moral generasi muda merupakan langkah strategis agar mereka siap bersaing di era digital tanpa kehilangan jati diri.
“Dengan pendidikan agama yang kuat, ditambah pemanfaatan teknologi yang bijak, saya yakin anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap membawa Payakumbuh bahkan Indonesia ke arah yang lebih baik,” tegasnya.
Ketua Panitia, Ali Rusli, menjelaskan bahwa prosesi khatam Alquran ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan yang telah digelar pada Februari 2025.
Ia menyebut, kegiatan ini terlaksana berkat semangat gotong royong melalui iuran wali murid, donatur, serta dukungan penuh masyarakat setempat.
“Semua biaya kegiatan berasal dari swadaya, yang menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pendidikan agama. Ini adalah bentuk nyata kebersamaan dalam membentuk generasi muda yang cinta Alquran,” pungkasnya.
(MC/Yud)
