Sementara itu, Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Payakumbuh, Hadiatul Rahmat sangat mendukung terus tumbuhnya rumah biliar di berbagai Kecamatan di Kota itu, namun pengelola maupun pemilik tempat usaha diingatkan untuk tetap menghormati kearifan lokal dan mendukung komitmen POBSI untuk mewujudkan biliar tanpa judi.
“Sehingga nantinya akan lahir atlet-atlet baru Biliar yang akan memperkuat Kota Payakumbuh di berbagai iven atau pertandingan. Rumah biliar, menurut POBSI, harus ikut menghilangkan stigma atau anggapan negatif tentang olahraga Billiard seperti yang selama ini ada di tengah masyarakat,” katanya saat ditanya wartawan.
Ketua POBSI Kota Payakumbuh yang akrab disapa Da Ul itu juga menambahkan, Heyya Rumah Billiard keempat belas yang kita rekomendasikan, pemilik atau pengelola kita ingatkan untuk membranding rumah biliar tanpa judi, rumah biliar bukan tempat judi,” ucapnya didampingi Sekretaris POBSI, Hendri.
Lebih lanjut Ul mengatakan bahwa rumah Biliar adalah tempat untuk melahirkan atlet-atlet baru, sehingga kita harapkan ke depannya akan tumbuh.
“Kita juga apresiasi dan berterimakasih kepada rumah biliar yang hadir untuk membantu POBSI dalam melahirkan atlet baru. Kita juga apresiasi dengan iven yang akan menstimulasi agar atlet atau pecinta biliar bersemangat,” sebutnya.
Turnamen biliar antar instansi tersebut dimenangkan oleh Adam Maulana (Sekretariat DPRD) sebagai champions, runner up Irwawan Efendi Satpol PP Payakumbuh, semi Final Ridho Illahi ASN BPTU Padang Mengatas dan Adam Maulana juga mendapatkan semi final.
(Yud)
