BeritaKota Payakumbuh

Wawako Payakumbuh Apresiasi Pembangunan Masjid Musafir di Jalan By Pass Kubu Gadang

540
Wawako Payakumbuh, Elzadaswarman (tengah) saat menghadiri peresmian Masjid Musafir di Jalan By Pass Kubu Gadang
Wawako Payakumbuh, Elzadaswarman (tengah) saat menghadiri peresmian Masjid Musafir di Jalan By Pass Kubu Gadang. (f/pemko)

Aldi Yunaldi menyampaikan bahwa sejak awal, Masjid Musafir tidak dirancang hanya sebagai tempat pelaksanaan salat fardu. Masjid ini diharapkan dapat beroperasi selama 24 jam sebagai ruang ibadah yang nyaman bagi masyarakat dan para musafir.

‎“Kami sudah menyiapkan personel untuk mengoperasionalkan masjid ini agar dapat digunakan sepanjang waktu. Harapannya, masjid ini benar-benar menjadi tempat singgah dan beribadah bagi siapa saja,” ujar Aldi dalam sambutannya.

ADVERTISEMENT

‎Ia juga berharap Masjid Musafir dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi generasi muda Kota Payakumbuh. Berbagai kegiatan seperti majelis taklim, tabligh akbar, dan aktivitas keislaman lainnya direncanakan akan rutin dilaksanakan di masjid tersebut.

Hal senada juga disampaikan,‎kepala Kemenag Kota Payakumbuh melalui Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, Fajri Nur, menyebut Masjid Musafir memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar tempat ibadah.

‎Menurutnya, masjid idealnya menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dakwah, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

‎“Di masjid ini nantinya diharapkan juga ada Unit Pengumpul Zakat (UPZ), tempat penyaluran dan pengumpulan zakat, serta pengembangan wakaf. Ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan umat secara berkelanjutan,” kata Fajri.

‎Ia juga mengapresiasi kontribusi besar yang diberikan oleh Aldi Yunaldi dalam pembangunan masjid tersebut. Fajri menyebut, jika pembangunan masjid hanya mengandalkan sumbangan masyarakat, tentu membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk dapat difungsikan.

Dia mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan dan memakmurkan Masjid Musafir dengan berbagai kegiatan positif. Ia mencontohkan peran masjid pada masa Rasulullah SAW yang menjadi pusat berbagai aktivitas umat, termasuk pendidikan dan musyawarah.

Peresmian Masjid Musafir tersebut juga terlihat dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Kota Payakumbuh seperti mantan anggota DPRD yang juga Ketua DPC Partai Hanura, Basril Latief, mantan anggota DPRD, Maharnis Zul, komunitas organisasi masyarakat Warga Padang Cinta Damai (WPCD), puluhan wartawan Luak Limopuluah, serta sederet tokoh lainnya.

(Rel/Yud)

Exit mobile version