BeritaKota Payakumbuh

Pemko Payakumbuh Gelar Gotong Royong Gerakan Nasional Indonesia ASRI di Batang Agam

310
Pemko Payakumbuh Gelar Gotong Royong Gerakan Nasional Indonesia ASRI di Batang Agam
Pemko Payakumbuh Gelar Gotong Royong Gerakan Nasional Indonesia ASRI di Batang Agam. (f/pemko)

Mjnews.id – Pemko Payakumbuh menggelar gotong royong/kerja bakti (korvei) Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) di sepanjang aliran sungai kawasan Batang Agam, Payakumbuh, Jumat (13/02/2026), sebagai rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

“Presiden Republik Indonesia menegaskan perlunya Gerakan Nasional Indonesia ASRI yang salah satunya diwujudkan melalui Indonesia Resik, yakni bersih dari sampah,” kata Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta saat diwawancarai di landmark BWS Sumatera Lima, kawasan Batang Agam.

ADVERTISEMENT

Wako Zulmaeta menjelaskan pesan itu ia terima saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Pusat dan Daerah di Sentul pada 2 Februari 2026.

Ia menilai, krisis sampah tidak bisa lagi ditangani hanya di hilir, melainkan harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat di hulu.

Menurutnya, pemerintah daerah terus bekerja menertibkan pengelolaan sampah, namun upaya itu tidak akan maksimal tanpa kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Ia menegaskan beban tempat pengolahan dan pemrosesan sampah, termasuk TPST dan TPA, semakin berat sehingga pengurangan sampah dari rumah tangga menjadi kunci.

“Aksi gotong royong bukan hanya tentang memungut sampah sehari-hari, tetapi momentum membangun kesadaran kolektif dan kapasitas masyarakat untuk mengubah kebiasaan,” ujarnya.

Wako Zulmaeta mendorong masyarakat memulai langkah kecil seperti memilah sampah dari rumah.

Ia menyebut disiplin mengelola sampah sejak sumbernya akan meringankan beban TPST/TPA, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia juga menekankan aksi bersih-bersih tidak cukup dilakukan sesaat. Pemerintah, kata Zulmaeta, membutuhkan konsistensi agar kebiasaan baik itu berjalan setiap hari.

“Aksi gotong royong dan bersih-bersih hanyalah langkah awal, yang terpenting adalah konsistensi menjalankan kebiasaan baik setiap hari,” katanya.

Exit mobile version