BeritaKota Payakumbuh

Sebut Wartawan Bodrex, Oknum yang Mengaku Anggota LSM Dipolisikan

458
Oknum yang Mengaku Anggota LSM Dipolisikan ke Polres Payakumbuh
Oknum yang Mengaku Anggota LSM Dipolisikan ke Polres Payakumbuh. (f/ist)

Mjnews.id – ​Bukannya menjaga kemitraan yang harmonis, seorang pria berinisial AS yang mengaku sebagai oknum anggota LSM justru segera harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Alih-alih menjadi sosok yang mengayomi, ia kini dilaporkan ke Mapolres Payakumbuh karena perilakunya yang dikit-dikit mengajak jotos dan hobi menghina profesi wartawan dengan sebutan “Bodrex”.

​Laporan ini dilayangkan oleh Edwardi, seorang wartawan di Luak Limapuluh, pada Selasa siang 17 Maret 2026. Edward merasa harga diri dan kehormatan profesinya diinjak-injak oleh AS lewat narasi diduga provokatif di media sosial.

ADVERTISEMENT

Tidak tanggung-tanggung, AS bahkan nekat mengunggah foto Edward dan rekannya dengan bagian mata ditutup garis hitam layaknya pelaku tindak kejahatan yang sedang diburu.

Perseteruan ini memuncak ketika AS melontarkan ejekan wartawan Bodrex kepada seorang jurnalis bernama Arul di sebuah grup percakapan digital. Saat ditegur Edward untuk berkaca diri dan tidak merendahkan orang lain, AS bukannya menyadari kesalahan melainkan semakin menjadi-jadi.

Ia justru balik bertanya dengan nada menantang mengenai urusan apa yang dicampuri oleh Edward jika ia merasa tidak senang.

​Tak berhenti di dunia maya, AS juga dilaporkan melakukan aksi tak terpuji di dunia nyata. Saat bertemu di depan Balai Wartawan yang jelas ramai dihuni insan pers tempat berbagi ide dan gagasan, keduanya sempat terlibat cekcok mulut yang memanas. Bahkan saat pergi meninggalkan lokasi dengan sepeda motornya, AS dengan entengnya melontarkan makian kasar kepada kerumunan wartawan yang ada di sana.

Anggota LSM ciptakan kegaduhan

Lelah dengan tingkah AS yang dikit-dikit mengajak jotos dan membangun narasi seolah dirinya adalah korban, Edward bersama puluhan wartawan yang tergabung dalam Balai Wartawan Luak Limapuluh akhirnya memilih jalur hukum sebagai jalan keluar. Langkah ini diambil karena ulah anggota LSM itu dinilai sudah melampaui batas dan mulai menciptakan kegaduhan yang bikin polisi pusing kepala dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Mereka berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bahwa tidak elok menghina profesi orang lain apalagi sampai menantang adu jotos. Kini, AS yang tadinya garang mengajak duel harus bersiap menghadapi penyidik karena aksi petantang-petenteng tersebut nyatanya tidak berakhir di ring tinju melainkan di meja kepolisian.

(tim)

Exit mobile version