Dalam amanat tersebut, Wawako turut menyoroti kebijakan strategis di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang baru saja membentuk Direktorat Jenderal Pesantren di bawah Kementerian Agama. Kehadiran unit eselon I khusus ini dinilai sebagai bukti konkret perhatian negara untuk mengoptimalkan tiga fungsi sentral pesantren di Indonesia.
Fungsi pertama adalah ranah pendidikan yang bertugas melahirkan generasi berilmu dan berakhlak mulia. Kedua adalah ranah dakwah guna menebarkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin serta merawat kerukunan bangsa.
“Dan yang terakhir adalah bidang pemberdayaan masyarakat, yang nantinya diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi serta memberikan solusi bagi berbagai persoalan di tengah masyarakat,” ungkap Elzadaswarman merinci fungsi ketiga.
Mengakhiri apel akbar tersebut, ia menegaskan kembali bahwa perayaan ini melampaui sekat-sekat keagamaan maupun kelompok.
“Hari Santri adalah milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung persatuan, dan mencintai tanah airnya. Sebab mencintai Tanah Air adalah bagian dari iman. Hubbul wathan minal iman,” tutupnya. (MC)
