Mjnews.id – Peringatan Hari Jadi Kota Sawahlunto ke 136 tahun 2024, diawali dengan Rapat Paripurna DPRD Kota Sawahlunto yang dipimpin langsung ketua DPRD Kota Sawahlunto, Minggu 1 Desember 2024.
Dalam Rapat Paripurna tersebut, Ketua DPRD Kota Sawahlunto Susi Haryati menyampaikan, pelaksanaan Hari Jadi Kota Sawahlunto yang dilaksanakan setiap tahunnya adalah untuk memenuhi amanah dari ketentuan pasal 3 Peraturan Daerah Kota Sawahlunto nomor 9 tahun 2004 tentang Hari Jadi Kota Sawahlunto yang menyatakan bahwa peringatan Hari Jadi Kota Sawahlunto yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Desember, dilaksanakan dalam Rapat Paripurna DPRD Sawahlunto.
Dalam Rapat Paripurna tersebut juga dibacakan sejarah singkat Kota Sawahlunto oleh Ketua LKAAM Sawahlunto.
Usai Rapat Paripurna puncak Peringatan Hari Jadi Kota Sawahlunto ditandai dengan Prosesi Makan Bajamba yang dipusatkan di Lapangan Segitiga Kota Sawahlunto.
Prosesi makan Bajamba dihadiri oleh Penjabat (PJ) Walikota Sawahlunto Fauzan Hasan, Anggota DPRD Sawahlunto, Sekdaprov Sumatera Barat, Unsur Forkopimda, Ketua Perantau Minang, Ketua LKAAM, KAN, Datuak, Ninik Mamak, OPD dan masyarakat Kota Sawahlunto.
Di kesempatan tersebut, PJ Walikota Sawahlunto, Fauzan Hasan menyebutkan, prosesi Makan Bajamba merupakan bentuk persatuan dan kesatuan serta mempererat jalinan silaturahmi yang terjadi.
“Tidak membedakan status, bersama duduk di sini, tidak ada perbedaan kaya dan miskin, tua dan muda, perantau, wisatawan, tokoh-tokoh masyarakat, ninik Mamak, bundo kanduang dan semua masyarakat bisa tergabung di Lapangan Segitiga ini untuk bersama-sama duduk dan menikmati makanan yang telah terhidang di dalam dulang-dulang yang dibawa bundo kanduang,” ujarnya.
Tradisi ini adalah bentuk pelestarian budaya Minangkabau azas gotong royong. Terjadi antara berbagai etnis yang ada di Kota Sawahlunto. Karena Sawahlunto adalah kota kecil yang terkenal dengan kota tambang tertua, dipenuhi berbagai etnis (suku) Minang, Jawa, Batak dan Sunda yang pada zaman Penjajahan Belanda didatangkan untuk bekerja di Kota Sawahlunto.
Dengan latar belakang agama yang juga berbeda, namun kota Sawahlunto dan masyarakatnya tetap berada dalam keadaan rukun dan damai.
“Dalam perayaan ke-136 makan Bajamba memiliki makna persatuan dan penghargaan terhadap para pendahulu dan leluhur yang telah bekerja keras dalam membangun Kota Sawahlunto. Pada momen ini pun diharapkan pasca Pilkada tanggal 27 November 2024 yang telah berjalan sukses dan lancarnya, hendaknya sebagai masyarakat Sawahlunto yang sebelumnya mungkin memiliki pilihan masing-masing. Maka di kesempatan ini mari bersama-sama satukan tekad dan tujuan yaitu untuk membangun Kota Sawahlunto ke arah yang lebih baik, jalin kerjasama dan konsolidasi serta bersinergi demi masa depan Sawahlunto yang sejahtera,” kata Fauzan Hasan.
Sekretaris Daerah Provinsi Yozarwardi, sebagai perwakilan dari Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi. Dalam sambutannya mengucapkan apresiasinya dan rasa bangganya karena Pemerintah Kota Sawahlunto yang selalu melaksanakan tradisi Makan Bajamba setiap tahunnya, dalam rangka memperingati HUT Kota Sawahlunto. Dengan melibatkan pemangku adat, paguyuban serta etnis / suku yang sudah lama mendiami kota Sawahlunto.
“Meskipun kotanya kecil namun tetap terjaga kelestarian budayanya. Semoga Sawahlunto semakin maju dari tahun-tahun sebelumnya. Sangat bangga dan kagum serta apresiasi yang tinggi karena telah menjaga nilai kebudayaan, sopan santun, seperti acara makan bajamba dalam peringatan Hari Jadi. Nilai-nilai kearifan lokal ini yang perlu dilestarikan. Prosesi Makan Bajamba juga merupakan wadah penting untuk memperkenalkan keanggunan budaya kepada wisatawan mancanegara, lokal dan nasional, sejalan dengan visi misi kota Sawahlunto yang inovasi, kreatif dan bermartabat,” ujarnya.
Momen memperingati HUT kota Sawahlunto merupakan suatu hal yang umum. Namun momen ini bisa menjadi salah satu kesempatan untuk membandingkan dan melihat pencapaian apakah kegiatan selama setahun sudah tercapai atau tidak, juga melihat proses penyelesaian yang telah terjadi dalam melayani masyarakat.
Peringatan Hari Jadi Sawahlunto dipenuhi dengan banyak makna. Sehingga akan memperkuat kecintaan terhadap Kota Sawahlunto. Segala perbedaan yang terjadi selama Pilkada itu adalah hal biasa, proses Demokrasi untuk pemilihan Kepala Daerah, jangan membuat masyarakat Kota Sawahlunto terpecah-belah tetap bersatu. Diimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan, sehingga tercapai kesejahteraan masyarakat.
Yozarwardi juga mengimbau juga bagi perantau yang hadir saat ini membantu Kota Sawahlunto dengan jaringan yang ada di Pusat. Sehingga bisa mensupport Pemerintah Kota Sawahlunto dalam pembangunan. Dibantu dari berbagai segi sehingga bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan di Kota Sawahlunto.
(Uni)
