Mjnews.id – Malam puncak Festival Batik Sumatera Barat yang dikolaborasikan dengan Sawahlunto International Music Festival (SIMFes) di kawasan Silo, dihadiri Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kota Sawahlunto, Ny. Yori Gemitia bersama Ketua GOW Ny. Kemala yang mendampingi Anggota DPRD Sumatera Barat, Neldaswenti.
Kehadiran Pemerintah Kota Sawahlunto bersama legislator Sumbar tersebut menandai keberpihakan nyata terhadap pertumbuhan industri kreatif batik dan songket lokal sebagai warna dan kekayaan UMKM berbasis budaya daerah.
Dalam malam puncak Festival Batik tersebut, turut digelar peragaan busana (fashion show) yang menampilkan batik sebagai busana masa kini sekaligus desain seragam pelajar sekolah, menggambarkan bahwa nilai tradisi dapat beradaptasi dengan gaya modern dan fungsi pendidikan.
Ketua Dekranasda Ny. Yori Gemitia Riyanda Putra menegaskan bahwa pemerintah kota terus memperkuat pembinaan perajin melalui pelatihan desain, promosi digital, serta kolaborasi antara sekolah, UMKM, dan komunitas kreatif agar batik dan songket semakin dikenal generasi muda.
Festival Batik Perluas Akses Perajin Lokal terhadap Pasar dan Pendanaan
Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar Ny. Neldaswenti yang mengalokasikan dana Pokirnya untuk mendukung Festival Batik tersebut, menekankan dukungan legislatif untuk memperluas akses perajin lokal terhadap pasar dan pendanaan, termasuk mendorong program penguatan industri fashion berbasis kearifan lokal dalam kebijakan ekonomi kreatif provinsi.
Kolaborasi antara Pemko Sawahlunto dan DPRD Sumbar menjadi bukti sinergi nyata antara kekuatan kebijakan dan pelaku budaya untuk menjaga keberlanjutan warisan lokal sekaligus menumbuhkan lapangan kerja baru di sektor kreatif.
“Melalui langkah konsisten ini, sejarah dan kekayaan budaya Sawahlunto tidak hanya menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi juga fondasi ekonomi baru yang menghidupkan semangat kemandirian, pelestarian budaya, dan inovasi bernilai ekonomis” harapan Neldaswenti.
Sebelum malam puncak, siangnya juga digelar Seminar Batik Sumatra Barat yang menghadirkan beberapa Nara sumber seperti Ketua Dekranasda Provinsi Sumatra Barat, Kepala Dinas Pendidikan Sumatra Barat dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatra Barat.
(Uni)
