Mjnews.id – Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra membuka langsung kegiatan Festival Literasi yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto yang berlangsung di Perpustakaan Muhammad Yamin Talawi, Jum’at 21 November 2025.
Wali Kota Riyanda mengapresiasi Festival Literasi ini sebagai wadah menghidupkan literasi yang bukan hanya membaca dan menulis, tapi bagaimana membangun peradaban dan membentuk karakter masyarakat Sawahlunto menghadapi perubahan zaman yang menuntut penguasaan ilmu pengetahuan, salah satunya melalui kegiatan literasi.
Dalam kesempatan tersebut, Riyanda mengatakan, dengan literasi akan melahirkan masyarakat yang kritis, kreatif dan inovatif untuk membangun kota yang lebih futuristik, dengan masyarakatnya berpikiran positif, maju, melalui ilmu pengetahuan yang selalu dinamis, adaptif terhadap perubahan.
“Kita ketahui Era digitalisasi saat ini, peran literasi lebih dominan dan progresif untuk melahirkan peradaban yang memahami teknologi. Tanpa pendidikan literasi kita akan kehilangan arah menguasai teknologi itu di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman. Makin tinggi tingkatannya makin tinggi pula kualitas masyarakat yang kritis, kreatif dari inovatif,” sebut Riyanda.
Festival Literasi untuk Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia
Sementara Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Jon Hendri menyampaikan, Literasi merupakan salah satu pondasi peradaban dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan kualitas anak bangsa.
Jon Hendri menyebut, dalam Festival Literasi menampilkan panggung seni, pameran, lomba menggambar tingkat Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kota Sawahlunto.
“Pendidikan Literasi jadi pondasi utama dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia. Inilah yang memunculkan diselenggarakannya Festival Literasi yang berlangsung hingga Minggu,” imbuh Jon Hendri.
Selanjutnya Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi yang hadir dalam acara yang sama memuji aktivitas perpustakaan di Sawahlunto sangat aktif, banyak kegiatan dan program diselenggarakan seperti berbagai bentuk pelatihan berhubungan dengan dunia literasi, serta pendidikan inklusi untuk masyarakat luas.
(Uni)
