BeritaKota Sawahlunto

Pimpin Apel Gabungan Perdana 2026, Wako Sawahlunto Ajak ASN Punya Semangat dan Cara Kerja Baru

312
Apel Gabungan ASN di lingkup Pemerintah Kota Sawahlunto di awal tahun 2026
Apel Gabungan ASN di lingkup Pemerintah Kota Sawahlunto di awal tahun 2026. (f/pemko)

Mjnews.id – Apel Gabungan ASN di lingkup Pemerintah Kota Sawahlunto di awal tahun 2026, dipimpin langsung Wali Kota Riyanda Putra yang dipusatkan di lapangan Bola Kaki Ombilin Kota Sawahlunto, Senin 5 Januari 2026.

Dalam amanatnya, Walikota menyampaikan, tahun baru ini harus dimaknai dengan semangat yang baru, cara kerja yang baru dan gaya kepemimpinan yang baru.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan tersebut Walikota juga melihat kedisiplinan ASN, dimana masih ada ASN yang terlambat , dan ASN yang tidak hadir

Untuk itu, kepada seluruh OPD dapat dicatat dan segera laporkan kepada BKPSDM.

Walikota juga menyampaikan, tahun 2025 kemarin tahun yang cukup menantang untuk kota Sawahlunto dan Kabupaten kota yang ada di Indonesia untuk efesiensi anggaran.

Walaupun ada tantangan efisiensi anggaran, dirinya mengucapkan terimakasih kepada perangkat Daerah, camat, lurah dan perangkat Desa yang telah sepanjang 2025 kemarin mampu bekerja bersama sama dengan pemerintah daerah dalam menghasilkan pelayanan yang maksimal kepada seluruh masyarkat.

“Kita telah mampu melaksanakan berbagai program, berbagai iven juga telah dilakukan, dengan kinerja yang baik meskipun kita menghadapi keterbatasan anggaran, dan ini menjadi bukti kalau kita bersama-sama mau bekerja akhirnya kita mendapatkan penghargaan dari Menteri Dalam Negeri sebagai apresiasi kinerja pemerintahan daerah tahun 2025 sebagai salah satu pemerintah dengan kinerja terbaik 2025,” papar Walikota.

Lanjut Riyanda, penghargaan tersebut menjadi bukti efisensi itu tidak menjadi tantangan yang besar ketika kita mampu bangkit dan mampu bekerja dengan sebaik mungkin bersama mewujudkan visi misi dan program progam pemerintah daerah ke depan.

Tahun 2026 menjadi tantangan yang lebih besar lagi, mengingat tranfer ke  daerah jauh lebih kurang dari tahun 2025 kemarin, dengan keterbatasan anggaran ini kepada seluruh perangkat daerah dan desa harus meninggalkan pola lama yang selama ini ada boros di waktu dan juga boros di biaya.

“Kita harus siap bertransformasi menuju era digital, karna hari ini transformasi digital tidak hanya pilihan tapi juga keharusan,” imbuhnya lagi.

(Uni)

Exit mobile version