Mjnews.id – Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan tiga desa sebagai Desa Cantik (Cinta Statistik) Tahun 2026, dalam acara pencanangan yang berlangsung di Hotel Khas Ombilin, Jumat 22 Mei 2026.
Ketiga desa terpilih adalah Desa Silungkang Oso, Desa Silungkang Tigo (Kecamatan Silungkang), dan Desa Kubang Tangah (Kecamatan Lembah Segar).
Program ini bertujuan membangun tata kelola data yang akurat, lengkap, dan mutakhir di tingkat desa, agar seluruh perencanaan pembangunan, penggunaan dana desa, dan pelayanan masyarakat berjalan tepat sasaran, terukur, dan akuntabel.
Ketiga desa ini ditetapkan sebagai percontohan sekaligus model bagi desa-desa lain di Sawahlunto dalam pengelolaan data, penyusunan profil desa, hingga pemanfaatan data untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra dalam sambutannya menyampaikan, penghargaan dan pencanangan ini sejalan dengan prestasi Sawahlunto sebagai daerah penyalur dana desa tercepat se-Sumatera Barat.
“Kecepatan penyaluran harus dibarengi data yang kuat. Desa Cantik menjadi pondasi agar setiap rupiah yang kita salurkan benar-benar terpakai untuk kebutuhan nyata masyarakat,” ujarnya.
Ketiga Desa Cantik akan mendapatkan pendampingan dari BPS
Kepala BPS Kota Sawahlunto, Arieswaty menambahkan, ketiga desa akan mendapatkan pendampingan teknis, pelatihan pengolahan data, dan penyusunan sistem informasi desa agar berjalan berkelanjutan. Nantinya desa-desa ini akan dinilai dan diusulkan ke tingkat provinsi hingga nasional.
Sekretaris Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kota-Sawahlunto yang juga sebagai Kepala Desa Silungkang Oso, Ferdinal menyambut baik langkah ini.
“Ini bukti kita tidak hanya cepat menyalurkan dana, tapi juga cerdas merencanakan pembangunan berbasis data. Kami berkomitmen menjadikan ketiga desa ini teladan bagi seluruh desa di Kota Sawahlunto,” katanya.
Diharapkan lewat program ini, seluruh desa di Sawahlunto secara bertahap menerapkan standar pengelolaan data yang sama, sehingga pembangunan desa semakin terarah, transparan, dan membawa manfaat nyata bagi seluruh warga.
(Uni)
