Berasal dari latar belakang yang sama, yakni sama-sama berasal dari Partai Golkar, tentu saja antara Yutris Can dan Fauzi Rusli sedikit banyak saling mengenal. Apalagi, Ramadhani Kirana Putra, sebelumnya adalah kader Partai Golkar yang dibawa oleh Yutris Can ke pentas legislatif.
Selain itu, Suryadi Nurdal juga pernah menjabat sebagai Ketua DPD Golkar di era orde baru. Ditambah lagi, Leo Murphy adalah kader Partai Golkar, meski rekomendasi DPP Partai Golkar, justru diberikan ke Ramadhani, yang pada Pilkada 2020, justru menantang Yutris Can-Irman Yefri Adang. Dinamika semakin pelik, karena Cawako Yutris Can, yakni Irman Yefri Adang, Anggota DPRD Kota Solok 2024-2029 dari, Partai Golkar!
“Tentunya, dari segala dinamika dan kondisi kekinian, seluruh relawan, simpatisan dan tim pemenangan NC-LM, harus melakukan politik elegan dan menjunjung tinggi etika politik. Mari sama-sama kita wujudkan Pilkada Kota Solok yang damai, badunsanak (bersaudara) dan berkualitas. Saat ini, saya berada di Tim NC-LM bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) beserta 8 Parpol pendukung lainnya. Tentu, Partai Ka’bah (PPP) sebagai partai penyelamat demokrasi telah membuktikan sebagai kiblat demokrasi di Kota Solok. Ini adalah sebuah komitmen bagi kami untuk membesarkan PPP dan 8 Parpol pendukung lainnya,” tegasnya.
Yutris Can juga menyebut, skema head to head membuat semangat dan peluang seluruh elemen pemenangan NC-LM semakin berlipat. Hal ini menurutnya sejalan dengan pergerakan dukungan masyarakat yang tak lagi terbendung. Meskipun, di elemen pemenangan NC-LM berasal dari berbagai latar belakang, berbagai Parpol, hingga berbagai karakter, namun memiliki komitmen yang sama untuk Kota Solok yang lebih maju dan diberkahi.
“Alhamdulillah wa Syukurillah. Baru kali ini saya melihat antusiasme dan pergerakan dukungan masyarakat Kota Solok yang seperti ini. Seluruh elemen masyarakat seperti menanggalkan seluruh perbedaan dan bersatu untuk memberikan dukungan yang tak terbendung ke Nofi Candra dan Leo Murphy,” tegasnya.
7 Program Prioritas NC-LM
Menghadapi Pilkada Kota Solok 2024, Cawako-Cawawako Solok Nofi Candra-Leo Murphy di berbagai pertemuan dengan masyarakat, selalu memaparkan tujuh program utama yang akan dikerjakan jika diamanahkan menjadi Wako-Wawako Solok 2025-2030. Menurut mereka, semua program yang dirancang, berhulu dan bermuara dari dan untuk kesejahteraan warga Kota Solok.
Di bidang pendidikan, selain meningkatkan kualitas infrastruktur, NC-LM juga memprogramkan pakaian seragam sekolah gratis. Mulai dari TK, SD, SLTP hingga SLTA. NC-LM akan mengalokasikan anggaran APBD untuk pakaian sekolah gratis ini, karena mengetahui kesulitan dan beban orang tua siswa pada setiap tahun ajaran baru. Program pengadaan pakaian sekolah gratis ini dipastikan tidak akan mengganggu transaksi dan perekonomian pedagang, karena bahan pakaian sekolah dibeli dari pedagang di Pasaraya Solok dan pengusaha di Kota Solok.
Selanjutnya, Menyediakan Fasilitas Rumah Tahfiz dengan menghadirkan fasilitas rumah tahfiz dengan metode pembelajaran yang modern dengan tenaga pengajar yang berkualitas.
Bagi para generasi muda, NC-LM akan memberikan terobosan baru bernama Solok Creative Hub. Ini merupakan sarana yang menyediakan fasilitas lengkap agar anak-anak muda Kota Solok semakin semangat untuk berkreasi. Mulai dari ruang multimedia, studio musik, pameran foto atau lukisan, ruang desain arsip, studio game, hingga studio animasi. Selain itu, juga disediakan studio foto yang bisa dijadikan sebagai laboratorium fotografi. Ada pula ruang diskusi, rapat, maupun kelas-kelas workshop serta ruangan galeri fesyen dan studio hasta karya. Ada pula ruang serbaguna yang bisa dimanfaatkan untuk lokakarya dan kegiatan lainnya. Semua fasilitas dapat digunakan oleh masyarakat secara gratis.
Berikutnya adalah pemberdayaan UMKM, revitalisasi Pasaraya Solok, Peningkatkan Kualitas Pelayanan dan Infrastruktur Kesehatan, Pengelolaan Air Bersih, budidaya pertanian dan perkebunan. Serta, sektor pembentukan karakter dengan program Pembelajaran Adat dan Budaya Masuk Sekolah.
“Seluruh program-program unggulan tersebut adalah sebagai bentuk hadirnya pemerintah di tengah-tengah masyarakat,” tegas Nofi Candra yang diamini Leo Murphy.
(*)
