BeritaLimapuluh KotaPendidikan

Mahasiswa KKN Unand Sosialisasikan Media Sosial sebagai Sarana Branding dan Pemasaran Produk UMKM di Nagari Talang Anau

376
Mahasiswa KKN Unand Sosialisasikan Media Sosial sebagai Sarana Branding dan Pemasaran Produk UMKM di Nagari Talang Anau
Mahasiswa KKN Unand Sosialisasikan Media Sosial sebagai Sarana Branding dan Pemasaran Produk UMKM di Nagari Talang Anau. (f/ist)

Mjnews.id – Mahasiswa Unversitas Andalas (Unand) Padang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Talang Anau, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, dengan program kerja bertajuk “Sosialisasi Pengenalan Media Sosial sebagai Sarana Branding dan Pemasaran Produk Masyarakat”, pada Selasa 20 Januari 2026, pukul 10.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung pengembangan UMKM lokal agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

ADVERTISEMENT

Sosialisasi ini diikuti dengan antusias oleh para pelaku UMKM Nagari Talang Anau, mulai dari pelaku usaha gula anau, jeruk, hingga usaha masyarakat lainnya. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wali Nagari Talang Anau, perwakilan BUMNag, perangkat nagari.

Pemilik Jesigo, salah satu agrowisata yang berada di Talang Anau yang cukup dikenal oleh masyarakat, juga menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan ekonomi masyarakat berbasis digital.

Dalam pemaparan materi, mahasiswa KKN menjelaskan konsep dasar media sosial sebagai ruang interaksi dan sarana konektivitas yang mudah diakses oleh siapa saja. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya media sosial dalam membangun identitas digital usaha, memperlancar komunikasi dengan pelanggan, serta memperluas jangkauan informasi produk kepada masyarakat luar nagari.

Selain itu, materi juga membahas hubungan erat antara media sosial dan UMKM, di mana media sosial diibaratkan sebagai “toko yang buka 24 jam”, memungkinkan pelaku usaha mempromosikan produk kapan saja tanpa biaya besar.

Peserta diperkenalkan pada manfaat penggunaan foto, video, dan testimoni pelanggan untuk meningkatkan kepercayaan pembeli serta daya tarik produk di mata konsumen.

Tidak hanya membahas sisi positif, sosialisasi ini juga mengedukasi peserta mengenai dampak negatif media sosial, seperti paparan konten negatif dan risiko pencurian data pribadi. Oleh karena itu, pelaku UMKM diajak untuk menggunakan media sosial secara bijak dengan menerapkan prinsip check and re-check, membatasi penggunaan, serta menjaga etika dalam berinteraksi secara digital.

Materi selanjutnya menekankan pentingnya mindset marketing, yaitu memahami target konsumen dan membangun branding usaha agar produk mudah dikenali dan diingat. Peserta diperkenalkan pada langkah-langkah sederhana membangun identitas usaha, mulai dari penentuan nama usaha, logo, kemasan, hingga pemanfaatan sumber daya alam lokal sebagai keunikan produk yang bernilai jual tinggi.

Exit mobile version