BeritaLimapuluh KotaTNI

Jembatan Gantung di Nagari Sungai Rimbang Roboh, Begini Penjelasan Dandim 0306/50 Kota

177
Dandim 0306/50 Kota, Letkol. Inf. Ucok Namara berikan penjelasan terkait robohnya Jembatan Gantung di Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki.
Dandim 0306/50 Kota, Letkol. Inf. Ucok Namara berikan penjelasan terkait robohnya Jembatan Gantung di Jorong Tanah Sirah, Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki. (f/yusra akbar)

Mjnews.id – Pascarobohnya Jembatan Gantung di Jorong Tanah Sirah, Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, yang mengakibatkan sejumlah korban dari pekerja, baik masyarakat maupun TNI, Dandim 0306/50 Kota memberikan keterangan secara resmi kepada sejumlah wartawan.

Didampingi pasi Intel Kodim, Letda. Johan Harefa serta anggota Penerangan Kodim (Pendim), Komandan Kodim (Dandim) Dandim 0306/50 Kota Letkol. Inf. Ucok Namara membenarkan bahwa adanya peristiwa jembatan roboh yang tengah dikerjakan bersama masyarakat.

ADVERTISEMENT

Ucok Namara tidak membantah adanya korban luka-luka baik dari masyarakat maupun satuannya TNI AD.

“Kita bertanggungjawab dengan memberikan pengobatan kepada para korban yang sempat dibawa ke Rumah Sakit dr. Achmad Darwis (Suliki) serta satu orang ke RS di Kota Padang,” katanya saat jumpa pers dengan wartawan di Mako Kodim 0306/50 Kota kawasan Tanjung Pati Kecamatan Harau, Selasa 31 Maret 2026.

Letkol. Inf. Ucok Namara yang merupakan putra Kota Payakumbuh itu juga menyebutkan bahwa proses perbaikan jembatan yang merupakan Proyek Pembangunan dari Pemerintah Pusat itu tetap dilanjutkan dan sedang diperbaiki pascaroboh.

“Saat malam kejadian, kami tengah bekerja bersama-sama, awalnya hanya Tentara (TNI) belakangan datang masyarakat yang ingin membantu, bawa makanan dan minuman serta membantu membawa kayu, mungkin karena ada yang wara-wiri, kami malam tersebut bekerja agar cepat selesai, sebab hanya tinggal beberapa meter lagi dan bisa dilanjutkan memasang pagarnya,” ucapnya.

Letkol. Ucok Namara memperkirakan jembatan tersebut roboh karena pekerja yang wara-wiri atau hilir mudik dengan jumlah banyak dan beban yang dibawa menumpuk di tengah.

“Karena banyak yang hilir mudik di tengah jembatan saat pengerjaan ditambah beban yang berat, lepas cantolan (spandrat, Red) yang di atas dan di bawah, sehingga jatuh dan kena pekerja yang ada di bawah maupun di atas jembatan. Ada yang terhimpit, meski ada juga yang selamat,” ungkapnya.

Dandim menyebut peristiwa yang terjadi merupakan musibah di saat pihaknya sedang berupaya keras mengerjakan jembatan gantung agar bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Ini merupakan musibah, di saat kami sedang berjibaku untuk menyelesaikan agar jembatan tersebut bisa segera dimanfaatkan masyarakat, kami tidak menduga dan tidak berharap peristiwa ini terjadi. Saya yang memerintahkan untuk mempercepat progres, karena kami terkendala dalam pengerjaan,” beber Dandim.

Exit mobile version